Penguatan Hujjah Aswaja di Susbalan Angkatan XLI Jombang

JOMBANG | Kabar Nahdliyin.com — Dalam rangka menyiapkan kader yang militan, solid, bersatu, dan berperan untuk negeri, PC GP Ansor Jombang melaksanakan Kursus Banser Lanjutan (Susbalan) Satkorwil Banser Jawa Timur Angkatan XLI di lingkungan Satkorcab Banser PC GP Ansor Jombang yang bertempat di Pendopo Kecamatan Bandar Kedungmulyo pada Jumat – Minggu, 8 – 10 Mei 2026.

Kegiatan tersebut diikuti ratusan kader Ansor dari berbagai daerah sebagai bagian dari penguatan ideologi, kepemimpinan, dan militansi kader dalam menjaga keutuhan NKRI serta mengawal nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

Salah satu materi utama yang mendapatkan perhatian khusus dalam Susbalan kali ini adalah penguatan Hujjah Aswaja. Materi tersebut menegaskan bahwa sumber utama ajaran Aswaja berlandaskan Al-Qur’an, Al-Sunnah, serta Kutub Al-Turots sebagai rujukan utama dalam memahami dan mengamalkan ajaran Islam moderat ala Nahdlatul Ulama.

Materi keaswajaan tersebut disampaikan oleh Ustadz Abdul Majid Shidiq, M.HI. selaku Ketua Aswaja NU Center PCNU Jombang. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya penguatan hujjah dan manhaj berpikir Aswaja bagi kader Ansor dan Banser agar tetap kokoh dalam menjaga tradisi keilmuan, moderasi Islam, serta nilai-nilai kebangsaan.

Gus Syafiq Satkornas Banser, Gus Farid Wakil Ketua PW GP ANSOR Jatim, Gus Fiqi Ketua PC GP Ansor Jombang, bersama Ustadz Abdul Majid Ketua Aswaja Center Jombang

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Gus Fiqi, Gus Syafiq, serta Gus Farid bersama jajaran pengurus lainnya.

Dalam sambutannya, Gus Syafiq menegaskan bahwa materi keaswajaan harus menjadi bekal utama seluruh kader Ansor dalam menjalankan khidmah organisasi dan pengabdian kepada masyarakat.

“Materi ini harus menjadi bagian penting dalam seluruh proses kaderisasi Ansor. Seluruh kader wajib memahami dan mengikuti materi keaswajaan sebagai pondasi perjuangan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Aswaja NU Center PCNU Jombang menambahkan bahwa kader Ansor dan Banser harus mampu memahami dalil, sejarah, serta tradisi keilmuan Aswaja secara utuh agar tidak mudah terpengaruh paham ekstrem maupun radikal.

Proses Internalisasi Nilai-nilai Aswaja An Nahdliyah

Melalui Susbalan Angkatan XLI ini diharapkan lahir kader-kader Banser yang tidak hanya tangguh secara fisik dan organisasi, tetapi juga kuat dalam pemahaman ideologi Aswaja An-Nahdliyah, sehingga mampu menjaga persatuan umat dan terus berperan aktif untuk negeri. (Hadi S)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *