JOMBANG | KabarNahdliyin.com – Seni tradisional Gambus Misri Bintang Sembilan dari Desa Kendalsari, Kecamatan Sumobito, kembali menggeliat setelah lama vakum. Rekonstruksi dan pementasan yang digelar di Gedung Kesenian Kabupaten Jombang pada Jumat (6/2/2026) menjadi momentum kebangkitan warisan budaya bernuansa Islam yang lahir dari rahim pesantren.
Kegiatan ini menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Jombang dalam menjaga warisan budaya tak benda. Acara dibuka Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang, Agus Purnomo, dan dihadiri jajaran OPD, Camat Sumobito, pegiat budaya, serta masyarakat.
Dalam sambutannya, Agus Purnomo menyampaikan apresiasi atas ikhtiar para seniman dan budayawan yang berupaya menghidupkan kembali Gambus Misri tanpa meninggalkan pakem aslinya. Ia menyebut kesenian ini memiliki akar kuat dari lingkungan Pesantren Tebuireng sebagai pengembangan seni ludruk dengan muatan dakwah Islam.
“Generasi muda perlu dikenalkan kembali dengan Gambus Misri agar tidak tercerabut dari akar budayanya,” tuturnya.
Pementasan juga dirangkai dialog kebudayaan yang mengupas sejarah Gambus Misri serta lakon “Fajar Islam”, yang mengisahkan dakwah Syeh Maulana Ishak di Kerajaan Blambangan. Nilai dakwah yang lembut dan penuh hikmah menjadi ruh utama kesenian ini.
Pimpinan Gambus Misri Bintang Sembilan, Anasrul Hakim, menuturkan bahwa kesenian ini sempat terhenti cukup lama. Sejak 2017, para pemuda bersama pelaku seni senior melakukan penelusuran sejarah serta perawatan kembali bentuk pertunjukan agar tetap otentik dan relevan.
Ia berharap dukungan berbagai pihak terus mengalir agar Gambus Misri tidak hanya lestari, tetapi juga mampu menjadi media dakwah kultural yang diterima generasi muda, termasuk kalangan Gen Z.
Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Anom Antono, menegaskan bahwa Gambus Misri Bintang Sembilan merupakan satu-satunya kesenian sejenis di Jombang.
Pelestariannya menjadi tanggung jawab bersama sebagai bagian dari amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.
Kebangkitan Gambus Misri menjadi kabar menggembirakan bagi warga nahdliyin. Seni tradisi yang sarat nilai dakwah ini diharapkan terus tumbuh, menguatkan identitas budaya pesantren, dan menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang. (Hadi S)












