PRNU Mayangan Gelar Lailatul Ijtima’, Ajak Warga Hadiri Pengajian Kitab dan Amalkan Sholawat Nariyah

JOMBANG | KabarNahdliyin.com — Dalam suasana penuh kekhidmatan, Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Mayangan, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, menggelar kegiatan rutin Lailatul Ijtima’ pada Rabu malam Kamis, 5 November 2025 di Musholla An-Nur Mayangan.

Acara yang menjadi agenda bulanan ini menjadi momentum untuk memperkuat ukhuwah islamiyah, memperdalam ilmu keagamaan, serta meneguhkan semangat dakwah sejuk khas Nahdlatul Ulama di tingkat ranting.

Kegiatan dihadiri jajaran pengurus ranting, Pengurus PCNU Jombang H Muhammad  Yunus dan Gus Miftahus Sa’idin juga tokoh masyarakat, serta warga Nahdliyin dari berbagai lapisan.
“Lailatul Ijtima’ bukan sekadar tradisi, tapi ruang spiritual dan sosial yang mempersatukan jamaah dalam bingkai jam’iyyah. Di sinilah kita rawat semangat keulamaan dan kebersamaan,” ujar salah satu pengurus PRNU Mayangan.

Acara dimulai selepas salat Isya’ dengan suasana khusyuk dan tertib. Serangkaian amalan disusun secara sistematis dan mengandung nilai-nilai spiritual tinggi:

1. Dzikir dan Tahlil Jama’i — Menyambung doa untuk para leluhur dan ulama, meneguhkan ikatan ruhani umat.

2. Pengajian Kitab Sulam Taufiq yang di sampaikan oleh KH Subhan Umar Lc, Tradisi keilmuan yang penuh wibawa, memperkuat pemahaman fiqh dan akhlak jamaah melalui kajian kitab kuning serta sesi tanya jawab.

3. Sholat Hajat Berjamaah — Wujud pengharapan akan hajat kebaikan bagi masyarakat dan keberkahan organisasi.

4. Pembacaan Sholawat Nariyah — Menutup kegiatan dengan lantunan sholawat penuh syafaat, sebagai simbol cinta kepada Rasulullah ﷺ dan penguat doa bersama.

Kegiatan Lailatul Ijtima’ PRNU Mayangan diselenggarakan berdasarkan surat undangan resmi yang ditandatangani KH. Abdulloh Munif selaku Rois Syuriah dan Muhammad Agus Salim, S.Pd., sebagai Ketua Tanfidziyah.
Dalam pesannya, keduanya mengajak seluruh warga Nahdliyin untuk terus menghadirkan dakwah yang menenteramkan, penuh keteladanan, dan menjunjung tinggi nilai-nilai keaswajaan.

“Lailatul Ijtima’ menjadi ruang pembinaan ruhani dan kaderisasi spiritual. Dari ranting, kita mulai membangun peradaban Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” tegas mereka dalam seruan penutup.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata peran aktif NU di tingkat akar rumput (grassroot) dalam menjaga tradisi keagamaan dan keilmuan.
Melalui dakwah sejuk dan inspiratif, PRNU Mayangan menunjukkan wajah Islam Nusantara yang damai, moderat, dan berwibawa — selaras dengan semangat hubbul wathan minal iman, cinta tanah air bagian dari iman. (Hadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *