Mbah Bolong: Pendidikan Anak Harus Dibangun dengan Kasih Sayang dan Mufakat

KH Nur Hadi (Mbah Bolong) berikan ceramah dan motifasi dalam acara Akhiru sanah Yayasan Midanutta'lim Mayangan

JOMBANG, KabarNahdliyin.com – Suasana penuh kekhidmatan menyelimuti pelaksanaan Haflah Akhirussanah Yayasan Midanutta’lim yang digelar di Kabupaten Jombang, Minggu (21/6/2026). Kegiatan tahunan tersebut dihadiri para wali santri, tokoh agama, pengurus yayasan, dewan guru, serta masyarakat yang memberikan dukungan terhadap kemajuan pendidikan Islam.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penampilan santri dari berbagai jenjang pendidikan, mulai RA, TK, MI, MTs hingga MA, dilanjutkan pembacaan tahlil, qiraah Al-Qur’an, sambutan pengurus yayasan, mauidhoh hasanah, dan doa bersama.

Dalam sambutannya, Pengawas Yayasan Midanutta’lim, KH Samsul Ma’arif, menyampaikan rasa syukur sekaligus ucapan terima kasih kepada seluruh wali santri yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada Yayasan Midanutta’lim.

“Kami atas nama Yayasan Midanutta’lim menyampaikan terima kasih atas kepercayaannya dalam menitipkan anak-anak panjenengan di Yayasan Midanutta’lim. Kami juga memohon maaf atas segala kekurangan dan kekhilafan dalam mendidik anak-anak panjenengan,” tuturnya.

Menurut KH Samsul Ma’arif, pendidikan merupakan amanah besar yang harus dijalankan bersama antara lembaga pendidikan, orang tua, dan masyarakat agar mampu melahirkan generasi yang berilmu, berakhlakul karimah, serta bermanfaat bagi agama, bangsa, dan umat.

KH Khoirul Huda B.Sc ketua yayasan Ponpes Midanutta’lim Mayangan Jogoroto

Sementara itu, Ketua Yayasan Midanutta’lim, KH Khoirul Huda, B.Sc, mengajak seluruh wali santri dan para guru untuk selalu meluruskan niat dalam mengabdi di dunia pendidikan.

“Monggo bapak ibu wali santri, wali murid, dan seluruh guru di Yayasan Midanutta’lim, mari kita awali dari apa yang kita dapat itu untuk apa dan untuk siapa,” pesannya.

Gus Huda juga mengingatkan pentingnya menghadirkan rezeki yang benar-benar halal dalam keluarga. Menurutnya, keberkahan nafkah akan memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan akhlak, kecerdasan, dan kemudahan anak dalam menuntut ilmu.

Acara kemudian dilanjutkan dengan tausiyah oleh KH Nur Hadi atau yang lebih dikenal dengan sapaan Mbah Bolong. Mengawali ceramahnya, beliau mengajak jamaah mendoakan para muassis dan pendiri Pondok Pesantren Midanutta’lim yang telah berjasa membangun dan mengembangkan lembaga pendidikan tersebut.

Dalam tausiyahnya, Mbah Bolong menegaskan bahwa mendidik anak tidak cukup dengan perintah dan larangan semata, tetapi harus dilandasi keteladanan, kasih sayang, serta kedekatan emosional.

Beliau mencontohkan bagaimana Rasulullah SAW memperlakukan cucunya dengan penuh kelembutan. Kisah tersebut menjadi teladan bahwa pendidikan yang dibangun dengan cinta akan melahirkan rasa hormat, ketaatan, dan akhlak yang mulia.

“Rasulullah memberikan contoh bahwa anak-anak harus dirangkul, dicintai, dan dibimbing dengan penuh kesabaran. Dari situlah akan lahir rasa hormat, ketaatan, dan akhlak yang baik,” jelasnya.

Di akhir tausiyahnya, Mbah Bolong memberikan pesan khusus kepada para guru dan orang tua agar selalu mengedepankan musyawarah dan saling memahami dalam mendidik anak.

“Dalam mendidik anak, utamakan saling mengerti dan mufakat. Pendidikan yang dilandasi kasih sayang akan lebih mudah diterima sehingga mampu membentuk generasi yang berakhlakul karimah,” pesannya.

Wali Santri dan wali murid mengikuti Akhiru sanah

Haflah Akhirussanah ini menjadi momentum syukur sekaligus evaluasi atas perjalanan pendidikan para santri selama satu tahun ajaran. Selain mempererat silaturahmi antara yayasan, guru, wali santri, dan masyarakat, kegiatan ini juga meneguhkan komitmen Yayasan Midanutta’lim dalam mencetak generasi Qurani yang unggul dalam ilmu, kuat dalam iman, dan mulia dalam akhlak sesuai nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah. (Hadi S)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *