DP minta diundang DPRD, Ketua K3S ajak guru SD hidupkan pendidikan karakter

oleh -299 views

JOMBANG, KN– Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) KH. Abd Rahman atau yang akrab disapa Gus Dur asal Bandung, Diwek Jombang, termasuk Kepala Sekolah yang memiliki gaya bicara blak-blkan atau terbuka, bahkan siapa saja bagi Gus Dur layak dikritik jika mengeluarkan kebijakan tidak bisa atau sulit dilaksanakan di lapangan, “Saya suka bicara apa adanya, kita terbuka saja, sama sama Kepala Sekolah Dasar tentu kesulitan dan hambatan yang kita hadapi tidak beda jauh, mari Bapak Ibu kita sharing pengalaman pasca pandemi ini, ” ajak Gus Dur saat memimpin rapat K3S di SDN Alang – alang Caruban I Kecamatan Jogoroto pada Kamis (9/9) lalu.
Dimasa pandemi, lanjutnya, guru mengajar dengan cara daring, mengajar dengan daring tentu banyak hambatan, “Coba siapa yang mengaku berhasil 100% dalam pembelajaran secara daring , saya ingin tahu, saya kira semua guru menemui kesulitan, makanya saya setuju kalau kita sekarang sujud syukur karena sudah diperbolehkan pembelajaran dengan cara tatap muka,” lanjutnya.
Ia lalu menceritakan, ada wali peserta didik yang melabrak dirinya ke Sekolahan, gara gara tidak punya paketan internet dan HP yang biasa dipakai bekerja terpaksa harus dipakai anaknya untuk mengikuti sekolah daring, “Di Sekolahan saya sempat ada wali murid yang protes bahkan sampai mengancam, kalau sekolahan terus menerapkan belajar secara daring anaknya mau dipindah,” kata Gus Dur menirukan ancaman sang wali murid yang protes.
Menghadapi protes wali murid itu bukan Gus Dur kalau kehabisan akal, ia lalu menghubungi Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang sebagai atasannya, “Wali Murid yang protes langsung saya sambungkan ke bagian kurikulum Dinas Pendidikan, tujuannya agar Dinas Pendidikan tahu bahwa yang dihadapi Kepala Sekolah sangat komplek sekali makanya kita harus saling mengerti. Dan rupanya, ada hasil Bapak – Ibu wali murid yang diberi penjelasan oleh Dinas tersebut, akan tetapi besuknya setelah saya bertemu bagian kurikulum saya disemprot, apa tidak ada wali murid yang seperti kemarin lagi,” kata Gus Dur disambut ger geran anggota K3S yang ikut rapat itu.
Terkait pelaksanaan lomba Tingkat Kabupaten yang akan digelar pada 28 Oktober 2021 nanti, Gus Dur dalam kesempatan tersebut minta kepada semua lembaga segera mengadakan seleksi Tingkat Kecamatan, “Saya minta semua Lembaga ikut mengirimkan perwakilannya untuk mengikuti seleksi Tingkat Kecamatan, selanjutnya yang menang kita kirim ke tingkat Kabupaten sebagai delegasi Kecamatan Jogoroto,” pinta Gus Dur.
Tidak lupa Gus Dur juga minta kepada semua lembaga agar menghidupkan kembali kurikulum pendidikan karakter yang dimiliki selama ini, “Terutama bahasa daerah mari kita hidupkan kembali, anak anak kita sekarang sudah banyak yang tidak bisa bahasa jawa, apalagi bahasa jawa yang harus mereka sama sekali tidak bisa, masalah ini coba kita pikirkan lalu kita usulkan agar menjadi perhatian kita bersama, Alhamdulillah usul kita yang lalu diterima, terkait Guru Madin dan Guru Mulok tinggal kita mengoptimalkan kemampuan mereka,” tuturnya lagi.
Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Jombang, Drs, Ghufron, M.Si, ketika dihubungi KN beberapa waktu lalu (31/8) mengatakan, bahwa dalam hal pendidikan karakter Kabupaten Jombang tidak boleh kalah dengan yang lain, sebab di Kabupaten Jombang semuanya ada, “ Motto kita jelas , Jombang berkarakter dan berdaya saing, Alhamdulillah sebagian sekarang sudah terlaksana, saya bangga sekarang anak anak SMP sudah bisa Nadhoman. Jadi nanti anak yang sekolah dilingkup Dinas Pendidikan semua itu harus bisa membaca Al Quran,” katanya.
Cuman tambahnya, sekarang DP masih mencari formula yang tepat, bagaimana agar DP dapat memberi kontribusi terkait kebijakan pada Dinas Pendidikan, “Demi Jobang berkarakter kedepannya bagaimana kita bisa memberi kontribusi terkait kebijakan Dinas Pendidikan dalam rangka menanamkan nilai nilai karakter,” tambahnya.
Apalah arti DP punya visioner kedepan jika tidak dapat memberi kontribusi kebijakan kepada Dinas Pendidikan, “Dewan Pindidikan punya visioner menyelesaikan masalah tanpa ada masalah, kami juga ingin audensi ke DPRD Jombang khususnya komisi D yang membidani masalah pendidikan, secara rutinitas walaupun 3 bulan sekali, hanya saja kami tidak pernah di undang atau diajak oleh ,Dinas Pendidikan, sering saya ditanya kok tidak ikut audensi ke Kantor DPRD, saya katakan tidak diundang, tetapi sekarang ini sedang kita lakukan koordinasi,” katanya lagi. (mu)Suasana Rapat K3S di Kecamatan Jogoroto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.