JOMBANG | Kabar Nahdliyin.com – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Jombang menghadirkan langkah penuh hikmah dalam merespons tantangan zaman digital. Melalui forum Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) II yang diselenggarakan pada Ahad (3/5/2026), PCNU Jombang merekomendasikan Gerakan “Telung Jam Lali HP” atau “3 Jam Lupa Handphone” sebagai ikhtiar menjaga kualitas generasi.
Gerakan ini mengajak masyarakat untuk mengurangi penggunaan gawai pada pukul 17.00 hingga 20.00 WIB, waktu yang mulia untuk mempererat kebersamaan keluarga, meningkatkan semangat belajar, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Koordinator SC Muskercab II, KH. Sholahuddin Fathurrahman, menyampaikan bahwa gerakan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi generasi saat ini.
“Kita ingin menghadirkan kembali suasana rumah yang hangat, anak-anak yang dekat dengan ilmu dan ibadah. Ini bagian dari tanggung jawab kita menjaga amanah generasi,” tuturnya dengan penuh harap.
Ikhtiar Menjaga Adab di Era Digital
Di tengah derasnya arus informasi, PCNU Jombang menilai pentingnya menghadirkan keseimbangan antara teknologi dan nilai-nilai keislaman. Gerakan ini diharapkan mampu menumbuhkan kembali budaya literasi, adab dalam berinteraksi, serta ketenangan batin di lingkungan keluarga.
Rekomendasi Lain yang Bernilai Strategis
Selain gerakan tersebut, Muskercab II juga melahirkan sejumlah keputusan penting:
Menjaga Marwah Muktamar NU
Peran Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dikuatkan sebagai penjaga keadilan dan kehormatan dalam proses kepemimpinan organisasi.
Penguatan Kemandirian Umat
Melalui penataan aset jam’iyah serta pembentukan wadah ekonomi seperti Himpunan Petani NU dan paguyuban UMKM hingga tingkat ranting.
Sinergi untuk Kemaslahatan
Kerja sama dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Tentara Nasional Indonesia terus diperkuat demi menjaga lingkungan dari ancaman penyakit sosial seperti judi online, narkoba, dan minuman keras.
Menuju Abad Kedua NU

Langkah-langkah ini menjadi bagian dari ikhtiar besar menyongsong “Abad Kedua NU”, di mana Nahdlatul Ulama diharapkan terus hadir sebagai penyejuk, penjaga nilai, dan pengayom umat.
Seluruh jajaran pengurus hingga tingkat ranting diimbau untuk menyosialisasikan hasil Muskercab dengan penuh tanggung jawab. Kaderisasi melalui PD-KPNU dan PMKNU juga ditegaskan sebagai jalan pembinaan agar lahir kader-kader yang berilmu, berakhlak, dan siap berkhidmah.
Dengan pendekatan yang santun, berwibawa, dan beradab mulia, gerakan ini diharapkan menjadi inspirasi nasional dalam menjaga generasi di tengah tantangan zaman. (Hadi S)











