JOMBANG | KABARNAHDLIYIN.COM – Suasana Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang pada sepuluh terakhir bulan puasa masih terasa sibuk, meski memang tidak banyak pegawai yang beraktifitas hanya beberapa orang saja tetapi terlihat diwajah para pemangku dunia Pendidikan Kabupaten Jombang tetap semangat, penulis mencoba berusaha bertemu Bu Wor orang nomor satu di dinas pendidikan Jombang.
Meski harus menunggu bagi penulis tidak masalah karena tidak gampang ketemu beliau, kami bersama kuli media masuk ruang pelayanan pengaduan dan pelayanan khusus, diterima oleh petugas diminta nunggu karena beliau masih ada rapat.
Yang menarik diruang pelayanan ternyata ada tulisan menarik tepat di belakang meja pelayanan, begini bunyinya; “Jangan mengawasi orang lain, jangan mengintai geraknya, jangan membuka aibnya, jangan menyelidikinya, sibuk-lah dengan diri kalian sendiri, perbaiki aib dan salah-Mu. Karena kelak kau akan ditanya (Allah) Tentang dirimu sendiri, bukan orang lain, (Sayyidina Ali Bin Abi Tholib, R.A),” begitu bunyi tulisan tersebut.

Yang menjadi tanda tanya apa maksud tulisan tersebut dipajang disitu, untuk menghimbau para tamu kah agar menurut seperti apa yang ada ditulisan, ketika bertanya pada penjaga. Mereka tidak tahu apa maksudnya yang penting dibaca saja, “Yang penting dibaca saja, jangan tanya apa maksudnya,” kata petugas jaga, yang mengaku tidak tahu maksudnya.
Pada Dinas pendidikan Kabupaten Jombang sendiri pernah terjadi peristiwa yang menorehkan tinta buram yakni ketika pucuk pimpinannya terungkap melakukan skandal, jika kita kaitnya dengan tulisan didinding itu mungkin ada permintaan siapapun jangan banyak tanya di Dinas Pendidikan, “Mungkin itu maksudnya, yang paling berbahaya dari tulisan itu mencatut sahabat Nabi yakni syyidina Ali, ini yang dipertanyakan,” kata rekan tamu yang lain.
Sementara itu, ketika hal itu diinformasikan kepada salah satu anggota Dewan Pendidikan, Abah Ikhsan, beliau berjanji akan melihat dulu, “Coba nanti saya juga ikut tanya dulu, apa maksud tulisan yang bersifat himbauan itu, apalagi bawah-bawah Sahabat Nabi, katanya. (Abuhan)











