HQ – KN  gelar Workshop Jurnalistik,  Peserta dibiasakan membuat laporan dengan lima indra (habis)

oleh -485 views
Yusuf Wibisono, ketika menyampaikan materi pada sesi terakhir

JOMBANG, KN – Giliran Yusuf Wibisono, Wakil Ketua PWI Jombang menyampaikan materi pada sesi  terakhir, didampingi moderator Miftah Qomaruz Zaman atau akrab dipanggil Kang Miftha dari PP HQ Pusat,  pada sesi terakhir ini peserta banyak melakukan praktek, mereka didorong agar langsung membuat laporan jurnalistik. Nara sumber melatih perta membuat laporan dengan lima indra.

Kita bikin karya jurnalistik dengan lima intdra, kata Yusuf, “Pertama tulislah sebuah paragraph tentang suatu tempat,  baik tempat yang sudah dikenal betul atau tempat rekaan, lukiskan dengan detail visual, yakni semua yang bisa dilihat olah mata berikan cukup informasi kepada pembaca agar mereka bisa membayangkan seperti apa tempat tersebut,” kata Yusuf dengan nada semangat.

Lalu lanjutnya lagi, ia minta kepada peserta untuk menulis ulang atau memperbaiki deskripsi dengan memasukkan secara detail mengenai suara, agar pembaca hisa membayangkan detail tempat tersebut melalui pemaparan apa yang tampak dan apa yang terdengar. Berikutnya, deskripsi yang sudah diselesaikan di tahap kedua, ditambahi kembali dengan detail menggunakan indra penciuman, dimasukkan bau dangan detail mengenai tempat yang digambarkan tersebut, dengan demikiam pembaca akan bisa membayangkan bahwa ia masuk ke sebuah tempat, mendengar suara ditempat tersebut, dan mencium atmosfirnya.

Pada tahap selnjutnya katanya lagi, paragraf yang sudah dibikin pada langkah ketiga, ditambahkan detail dengan indra perasa. Sederhananya, seperti masuk kesebuah tempat dengan mulut terbuka untuk mencecap udara ditempat itu, dengan begitu, deskripsi sudah memberi kesempatan kepada pembaca untuk masuk ke sebuah tempat, melihat apa yang ada disana, mendengar suaranya, mencium bau aroma udaranya, dan mencecap rasanya.

Dan yang teakhir, peserta diminta menulis ulang diskripsi dilangkah ke empat, dimasukkan kembali secara detail dengan menggunakan indra perasa, seperti mengambarkan apa yang anda rasakan ketika menyentuh sesuatu, “Dalam kasus ini, kita bisa mengambarkan meraba sesuatu di tempat tersebut seperti apakah tempatnya sebuah benda ketika kulit menyentuhnya? ingat bahwa dengan indra peraba ini, melalui persentuhan dengan benda benda, kita bisa memasukkan diskripsi tentang temperatur suhu, tekstur, tekanan, dan lain sebaginya, “ jelas Yusuf kepada peserta workshop.

Setalah peserta mampu membuat laporan jurnalistik, Wakil Ketua PWI Jombang ini menerangkan struktur organisasi media yang lazim dibuat oleh perusahaan pers, “Dalam organisasi atau tim work sebuah perusahan pers dikenal dengan, Pimpinan Umum, Pimpinan Redaksi, Radaktur Pelaksana, Redaktur, pemeran selanjutnya wartawan, ini dinamika ruang redaksi secara umum struktur menejeman redaksi seperti itu,” ujarnya.

Ia lalu menjelaskan satu persatu pada masing masing posisi tersebut, Pimpinan Umum memiliki wewenang dan bertanggungjawab atas keseluruhan jalannya penerbitan pers, baik kedalam maupun keluar. “Pimpinan Umum memilki tugas melakukan kordinasi dengan Pimpinan Redaksi (Pemred) dan Pimpinan Perusahaan (PP) terkait pengelolaan industri media, tugas ini mewakili beberapa department, redaksi, Iklan sirkulasi dan usaha,” jelasnya.

Sedangkan Pimpinan Redaksi, Bertanggungjawab terhadap isi redaksi penerbitan. Bertanggungjawab terhadap kualitas produk penerbitan, memimpin rapat redaksi, memberikan arahan kepada semua tim redaksi tentang berita yang akan dimuat pada setiap edisi, menentukan layak tidaknya suatu berita, foto dan desain untuk sebuah penerbitan, “Kwalitas penerbitan atau karya jurnalistik menajdi tanggungjawab Pimpinan Redaksi, “katanya lagi.

Sementara Redaktur Pelaksana, tugasnya hampir sama dengan Pemred, namun lebih bersifat teknis. Dialah yang memimpin langsung aktivitas peliputan dan pembuatan berita oleh para reporter dan editor. Mengedit naskah, data, judul, foto para redaktur, mengarahkan dan mensuvervisi kerja para redaktur dan reporter, memberi penilaian secara kualitatif dan kuantitatif kepada redaktur secara periodik

Sedangkan tugas Redaktur, lanjutnya, melakukan editing atau penyuntingan, yakni aktifitas penyelekseian dan perbaikan naskah yang akan dimuat atau disiarkan, “Seorang redaktur biasanya menangani satu rubrik, misalnya rubrik ekonomi, pendidikan, olahraga, peristiwa, wisata dll, dan terakhir Wartawan, Reporter atau Jurnalis , “Tugasnya adalah melakukan reportase,  wawancara dan sebagainya ke lapangan, lalu menyusunnya menjadi berita untuk dikirimkan ke Kantor redaksi,” lanjut Yusuf.

Peserta workshop tidak kurang dari 45 orang, mereka berasal dari berbagai daerah di wilayah Indonesia, meski sekarang masih menjadi satu di Hamalatul Qur’an, akan tetapi para santri juga memiliki kegiatan berbeda-beda ditempat pondok yang berbeda beda pula, seperti peserta dari PPHQ Daurah Mualimat, juga dari PTQ Cinta Rasulullah, PPHQ QV, PP HQ P 2 dan 3 Pare kediri, PP HQ MQ dan PP HQ QV serta PPHQ Wadil Qur’an. (BT)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.