SDIT Taswirul Afkar resmikan Gedung Multimedia sebagai markas anak didik menggunakan media dengan benar

oleh -72 views

JOMBANG, KN – KH. Mohammad Haris Munawir atau yang akrab disapa Gus Haris menyatakan keprihatinannya terkait maraknya anak anak dibawah umur dengan bebas memegang gadget atau iPhone atau Handphone, sebab anak anak usia SD tersebut masih perlu arahan 24 jam penuh dari orangtua atau guru, karena itu ia berharap kepada wali murid tidak bosan bosannya memantau dan mengarahkan kegiatan pemanfaatan gadget tersebut, hal ini seperti disampaikan ketika mengisi tausiyah pada Peresmian Gedung Multimedia SDIT Taswirul Afkar Dusun Kemirigalih, Desa Sawiji, Kecamatan Jogoroto Kabupaten Jombang pada Rabu (18/1) lalu.

“Anak anak kita dibuat semakin penasaran, semakin penasaran akan perkembangan dan kecanggihan teknologi sekarang ini, mereka semakin penasaran, semakin penasaran, akhirnya masuk kesarafnya, lalu menjadi ketagihan, persoalannya pengaruh teknologi ini tidak semuanya benar, yang terjadi malah dapat merusak pergaulan dan lain lain, disini tugas orangtua dan para pendidik atau Guru yang harus membimbing dan mengarahkan, jika tidak maka penggunaan gadget bisa merusak saraf pada gilirannya merusak pergaulan,” kata Gus Haris serius.
Gus Haris lalu mengajak wali murid membuka Al Quran Surat Al Ahzab ayat, ayat 67 dan 68, dalam ayat tersebut “Artinya, dan mereka berkata, Ya Tuhan kami sesungguhnya kami telah menaati pemimpin dan para pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan yang benar, Ya Tuhan kami timpahkanlah kepada mereka azab dua kali lipat dan laknatlah mereka dengan laknat yang besar, dijelaskan, jika anak tidak didik dengan benar nanti diakhirat akan protes.
“Nanti ada orangtua tidak jadi masuk surga gara gara diprotes anaknya, anaknya mengatakan kalau hari ini saya disiksa saya mau ya Allah Tuhan kami, tetapi orangtua saya yang membuat saya seperti ini, dia juga harus diberi siksa berlipat lipat, ini protes anak anak kepada Gusti Allah, karena itu jangan sampai salah mendidik anak. Maka berbahagialah Bapak Bapak dan Ibu Ibu, yang sudah menitipkan putra putrinya di SDIT Taswirul Afkar ini, sebab SDIT Taswirul Afkar ini bertujuan menanamkan kepada anak anak agar menjadi orang yang benar semoga sekalian pintarnya,” kata Gus Haris lagi.
Dijelaskan oleh Kiai yang juga sebagai Ketua MWCNU Kecamatan Perak Jombang ini, bahwa, situasi sekarang tidak boleh dibuat enteng dalam persoalan pendidikan, karena lembaga pendidikan wajib mengarahkan anak didiknya menjadi anak yang benar, “Hari ini lebih baik menjadi anak yang benar walaupun tidak pintar, tidak apa apa, punya teman benar tapi tidak pintar tidak apa apa, walaupun tidak pintar mesti dia punya sopan santun, lebih baik punya mantu benar walaupun tidak pintar, dari pada sebaliknya bisa rusak semua, makanya lebih baik punya anak benar walaupun tidak pintar, akan tetapi kita berharap semoga SDIT Taswirul Afkar dapat mendidik anak menjadi benar sekaligus pintar Alhamdulillahi robbil alamin,” jelas Gus Haris.
Ditambahkan lagi, bahwa wali murid harus mendukung program program pendidikan di SDIT Taswirul Afkar yang mengutamakan akhlaqul karimah, “Lembaga pendidikan yang mengutamakan Aqidah dan akhlaqul karimah seperti SDIT Taswirul Afkar harus kita dukung, sekali lagi dalam kesempatan ini saya mengajak kita dukung, walaupun Sekolah gratis, tetapi tidak menolak shodaqoh,” tambahnya.
Ia lalu mengajak menghitung berapa lama orang hidup di dunia jika dibandingkan hidup diakhirat, “Jika sekarang ada orang Kemirigalih atau orang Jogoroto meninggal tahun ini, padahal kiamat masih tahun 3000, berapa tahun dialam akhirat mari kita jujur, sebab hidup di dunia itu perbuatan jelek pasti dicatat yang baik belum tentu, karena yang baik masih harus dipertimbangkan keikhlasannya, ada orang ngaji belum tentu diterima sebab gerundel, jadi kita itu lama hidup dialam kubur atau alam barzah atau didunianya, jika melihat hitungan tadi nanti diakhirat hitungan dunia 1000 tahun. Maka kita semua harus mencari sangunya selamat, harus mencari sekarang, walaupun sekolahan ini gratis tetapi tidak menolak shodaqoh, dalam Al Quran surat Al Munafiqun ayat 10, disebutkan “Belanjakanlah sebagian dari apa yang telah kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang diantara kamu, lalu ia berkata, “Ya Robb ku, mengapa engkau tidak menangguhkan kematian (ku) sampai waktu yang dekat, sampai menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang orang yang soleh?,” “Orang orang sudah mati itu besuk protes seperti itu, minta dikembalikan ke dunia, sebentar saja, supaya bisa shodaqoh, “ ajak Gus Haris kepada Wali Murid untuk tidak lupa bershodaqoh.
Sementara itu, H. Mokhammad Kaiyis, S, Sos.I, Pengurus Yayasan yang didapuk untuk meresmikan Gedung Multimedia SDIT Taswirul Afkar dalam sambutannya mengatakan, bahwa perlu ada upaya serius dari para Dewan Guru dan Wali Murid dalam memantau penggunaan media Handphone untuk anak anaknya, sebab perkembangan teknologi semakin hari semakin menakutkan.
“Keinginannya itu ada markas untuk mengarahkan anak anak dalam hal peggunaan Handphone, makanya membuat Gedung Multimedia untuk anak anak, karena sekarang ini, perkembangan teknologi itu ada yang manfaati dan ada yang mudlaroti ini bahaya sekali, jadi kita perlu ada Multimedia, anak anak kita bimbing dengan benar, para Dewan Guru menuntun anak anak bagaimana anak anak kita mampu memanfaatkan teknologi dengan benar atau memanfaatkan Multimedia itu dengan sebaik baiknya, karena manfaatnya Handphone itu luar biasa,” katanya lagi.
Kita harus hati hati, jika anak anak diam saja saat memegang hp itu juga harus di pantau, “Untuk itu, kita harus mengawal anak anak dalam menghadapi kecanggihan teknologi, makanya karena kaitannya dengan Multimedia untuk anak anak semua, sudah barang tentu harus disiapkan sedemikian rupa, tujuannya untuk mengawal anak anak menghadapi perkembangan tehnologi, sebentar lagi ada metaverse internet yang diberikan dalam bentuk 3D, digambarkan metaverse sebagai lingkungan virtual yang bisa dimasuki hanya melihat layar, saya yakin ini juga akan sampai pada anak anak,” katanya lagi.
Ditegaskan bahwa perkembangan teknolagi mau tidak mau harus dihadapi, agar kecanggihan teknologi dapat dimanfaatkan untuk hal hal positif, “Seperti metaverse itu nanti juga diedarkan, bisa kita bayangkan walapun kita disini bisa melihat langsung kota Makkah, saking canggihnya suara kita juga bisa ikut di Makkah, ini kalau tidak diarahkan menakutkan, artinya apa, kita semua harus menata anak anak kita dalam memanfaatkan Multimedia, nah disinilah markasnya anak anak untuk belajar media teknologi dengan benar, karena kita selalu berusaha jangan sampai anak anak mendapat mudlorotnya kecanggihan media, semoga sarana Multimedia ini dapat bermanfaat sebaik baiknya anak didik kita,” tegasnya. (rani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.