Sandal Jepit Ukir Krembangan Gudo Jombang Tembus Pasar Internasional

oleh -507 views

Jombang, KN – Salah satu produk UMKM di Jombang yang mulai eksis yakni, sandal jepit ukir. Adalah  Rois Rahmawan, 34, warga asal Desa Krembangan, Kecamatan Gudo yang berhasil mengembangkan produk. Selain unik, produk sandal jepit ukir juga bisa menghasilkan omzet melimpah.

Saat Jurnalis Jombang mendatangi rumah produksinya, Rois sapaan akrabnya menyambut dengan hangat. Terlihat tumpukan sandal japit, baik yang sudah selesai diukir, pun sandal japit yang masih polos. ”Saya merintis usaha ini sejak 2016. Tapi mulai benar-benar saya seriusi sebagai bisnis itu tahun 2017,” terang Rois (22/8).

Rois, menyulap ruangan di samping rumahnya menjadi tempat produksi. Berbekal meja, cutter, spidol, setiap hari ia dibantu sejumlah rekannya sibuk mengukir satu demi satu alas kaki dari karet itu.

 

Sandal Jepit Ukir Krembangan Gudo Jombang

Tangannya pun sangat terampil mengukir satu demi satu sandal. ”Alatnya memang sederhana, cuma butuh cutter tajam sama spidol saja, lainnya mengandalkan kreativitas,” ungkapnya.

Proses pembuatan sandal ukir itu, dimulainya dari pemilihan bahan baku berupa sandal jepit. Rois menyebut, tidak semua sandal jepit dia pilih, namun ada kriteria tertantu. ”Untuk sandal jepit saya pilih warna yang kontras antara bagian alas bawah dan atasnya. Karena nanti kita tidak pakai pewarna apapun, sehingga harus berbeda lapisan sandalnya, agar warna dan bentuk bisa muncul,” lanjutnya.

Pertama-tama, ia akan terlebih dahulu melepas bagian pengait sandal. Proses selanjutnya membuat sketsa pada permukaan atas sandal. ”Proses sketsa ini, dilakukan dengan menggambar dengan spidol ataupun dengan kertas. Kalau motif wajah biasanya memang harus pakai kertas dulu, terus duplikasikan pakai cat semprot. Kalau sudah berbentuk baru diukir sesuai pola,” lontar Rois.

Ada beragam sketsa yang dia pilih, menyesuaikan keinginan pasar. ”Banyak sekali modelnya, menyesuaikan pasar,” bebernya.

Untuk proses mengukir, prosesnya masih manual. Rois dan dibantu empat timnya bisa membuat hingga lusinan sandal jepit ukir setiap harinya, tergantung jenis dan kerumitan ukirannya. ”Kalau jenis ukiran animasi, bisa 5-7 pasang sehari, kalau yang rumit, seperti sketsa, itu bisa 3 sampai 5 pasang. Kalau tulisan sederhana, bisa sampai satu lusin per harinya,” rincinya.

Setelah proses pengukiran selesai, selanjutnya pengait sandal dipasang kembali. Produk hasil karyanya ini, biasa dijualnya mulai Rp 25 hingga Rp 175 ribu per pasang.

Rois menyebut, kerumitan dan jumlah pesanan menentukan mahal dan murahnya harga sandal jepit ukir buatannya. ”Untuk yang Rp 175 ribu itu sudah ukiran sketsa wajah, plus bingkai dan pigura juga ada jamnya,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.