Pada Launching DD, ADD, dan PDRD Tahun 2024, Bupati Tegaskan Status Desa di Jombang Maju dan Mandiri

oleh -156 views

JOMBANG, KN – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jombang diawal Januari 2024, melaunching penyaluran (Dana Desa) DD, Alokasi Dana Desa (ADD), Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) 2024.

Launching DD, ADD, dan PDRD Tahun 2024 oleh Penjabat (Pj) Bupati Jombang Sugiat, S.Sos, M.Psi.T dilaksanakan di pendopo Kabupaten Jombang pada Selasa (23/01/2024) lalu.

Dalam sambutannya Pj Bupati Jombang Sugiat mengatakan bahwa, DPMD memiliki peran yang sangat krusial dalam mendukung pengembangan Desa, mengelola Dana Desa dengan baik, dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan.

“Terima kasih, kegiatan hari ini berjalan tepat waktu. Jaman kepemimpinan Saya, disiplin harus kita tegakkan.

Mindset saya adalah mindset intelejen. Kedepankan disiplin waktu, guna meningkatkan kinerja,” kata Bupati Jombang mengawali sambutannya mengapresiasi pelaksanaan Launching yang dilakukan DPMD.
Kegiatan yang menjadi momentum untuk mewujudkan kemajuan dan komitmen bersama dalam memajukan Kabupaten Jombang tersebut dihadiri Forkopimda Kabupaten Jombang, Staf Ahli, Asisten dan Kepala OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Jombang, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Jombang, Camat se-Kabupaten Jombang dan Kepala Desa se-Kabupaten Jombang.

Dikatakan lagi, bahwa, Dana Desa adalah sebuah tonggak penting untuk mengembangkan potensi dan sumber daya yang dimiliki oleh Desa. “Indeks Desa Membangun (IDM) menjadi kompas utama dalam menjalankan prakarsa pembangunan desa. IDM menggarisbawahi pentingnya kapasitas masyarakat sebagai fondasi utama untuk mencapai kemajuan dan keberdayaan desa. Melalui kerjasama yang erat antara Pemerintah Kabupaten Jombang dan Pemerintah Desa, kita telah mencapai keberhasilan yang luar biasa,” katanya lagi.

Dijelaskan, bahwa, data dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Republik Indonesia menunjukkan bahwa sejak tahun 2020,

“Kabupaten Jombang telah bebas dari status Desa Tertinggal, dengan jumlah Desa Mandiri yang terus meningkat setiap tahun. Pada tahun 2023, tidak ada lagi desa dengan status Berkembang, hanya ada desa dengan status Maju dan Mandiri,” jelasnya.
“Keberhasilan peningkatan status desa ini tak lepas dari dukungan Pemerintah Kabupaten Jombang melalui berbagai kebijakan, salah satunya adalah pemberian Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Sapras Desa kepada Pemerintah Desa,” katanya lagi.

Tidak lupa, orang nomor satu di Kota Santri ini mengajak Camat, juga Kepala Desa di Kabupaten Jombang untuk selalu berinovasi dan mendukung program prioritas pembangunan nasional, diantaranya menekan laju inflasi, menurunkan kemiskinan ekstrem, memberikan kemudahan investasi, penurunan stunting, menyukseskan Gerakan Menanam Cabe.

“Juga program inovasi lainnya dibidang pertanian guna meningkatkan Ketahanan Pangan. Petani kita dorong menyukseskan program “Mulih Nggowo Gabah”, sehingga ketahanan pangan di Kabupaten Jombang benar-benar terealisasi,” ajaknya. (Kominfo)

Beberapa Kecamatan dan Desa yang telah mendapat penghargaan antara lain,
I. Kecamatan dengan dukungan dan fasilitasi penyaluran DD tercepat kepada: Kecamatan Plandaan, Bandar Kedungmulyo, Gudo.
II. Penghargaan Desa dengan Penyaluran DD Tahap I Tercepat: Desa Sumberejo Kecamatan Plandaan, Desa Pucangsimo Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Desa Godong Kecamatan Gudo
III. Penghargaan Kecamatan dengan Dukungan dan Fasilitasi Penetapan APBDesa TA 2024 Tercepat: Kecamatan Ngoro, Gudo dan Kudu
IV. Penghargaan Desa dengan Penetapan APBDesa Tahap I Tercepat: Desa Jombok Kecamatan Ngoro, Desa Gempol Legundi Kecamatan Gudo, Desa Sidokaton Kecamatan Kudu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.