Bupati Jombang Warsubi Tinjau Jalan Plandaan–Kabuh, Akses Ekonomi dan Pendidikan Dipastikan Lancar

JOMBANG – Mengawali tahun 2026 dengan semangat khidmah dan produktivitas, Bupati Jombang Warsubi, S.H., M.Si. bersama Wakil Bupati Salmanudin, S.Ag., M.Pd. melakukan peninjauan langsung hasil pembangunan infrastruktur jalan tahun anggaran 2025 di wilayah Kecamatan Plandaan dan Kabuh, Selasa (6/1/2026).

Peninjauan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar Pemerintah Kabupaten Jombang untuk memastikan bahwa pembangunan infrastruktur benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung kelancaran aktivitas ekonomi dan pendidikan warga.

Dalam kunjungan itu, Abah Warsubi dan Gus Salman didampingi jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait menyusuri empat ruas jalan strategis yang menjadi prioritas pembangunan, yakni ruas Ploso–Munung, Mojogulung–Bangsri, Bangsri–Darurejo, serta Bawangan–Tanjungwadung.

“Harapan kami sederhana, seluruh jalan di Kabupaten Jombang berada dalam kondisi baik dan aman. Ketika akses transportasi lancar, distribusi hasil usaha masyarakat menjadi lebih mudah, dan mobilitas warga pun semakin efisien. Pada akhirnya, ekonomi rakyat akan bergerak lebih kuat,” tutur Abah Warsubi.

Kehadiran rombongan disambut hangat masyarakat Desa Bangsri, Kecamatan Plandaan. Sejumlah pelajar dari SMP Negeri 2 Plandaan dan siswa sekolah dasar setempat tampak antusias menyapa dan bersalaman dengan Bupati dan Wakil Bupati Jombang. Suasana penuh keakraban tersebut mencerminkan kedekatan pemimpin daerah dengan masyarakat, khususnya generasi muda.
Perbaikan jalan di wilayah ini membawa dampak positif bagi dunia pendidikan.

Para wali murid mengungkapkan rasa syukur karena akses menuju sekolah kini jauh lebih aman dan nyaman. Jalan yang sebelumnya rusak dan bergelombang kini telah berubah menjadi mulus, sehingga orang tua tidak lagi diliputi kekhawatiran saat mengantar anak-anak mereka menuntut ilmu.

Hal serupa dirasakan warga Desa Tanjungwadung, Kecamatan Kabuh. Jalan desa yang sebelumnya rusak parah, berlubang, dan kerap becek—atau dalam istilah warga setempat dikenal dengan sebutan jembrot—kini telah berubah menjadi jalan yang layak dan nyaman dilalui. Kondisi ini memudahkan warga dalam membawa hasil pertanian ke pasar serta menunjang aktivitas sehari-hari.

Pemerintah Kabupaten Jombang menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan bukan semata persoalan fisik, melainkan bagian dari upaya menghadirkan keselamatan, kenyamanan, dan harapan bagi masyarakat. Dengan akses jalan yang baik, diharapkan waktu tempuh antarwilayah semakin singkat, biaya logistik pertanian dan perdagangan menurun, serta keselamatan berkendara masyarakat semakin terjamin.

Pembangunan yang berangkat dari kebutuhan rakyat, dilakukan dengan niat khidmah, diharapkan menjadi jalan maslahat bagi kemajuan Jombang dan kesejahteraan warganya. (Hadi S)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *