Amanat Apel Nasional Hari Santri, Oleh Ketua Umum PBNU : “Santri Tidak Boleh Berhenti Pada Kebanggaan Akan Hari Santri, Karena Nasib Kita Tidak Ditentukan Oleh Siapa Kakek, Siapa Buyut Kita.”

oleh -228 views

JOMBANG, KN – Apel Nasional Hari Santri pada Sabtu (22/10) Tahun 2022 digelar oleh PBNU di lapangan Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, hadir dalam acara apel tersebut Rois Aam PBNU, KH. Miftachul Akhyar, KH. Yahya Cholil Staquf, (Ketua Umum PBNU), Drs. H Saifullah Yusuf (Sekjen PBNU) serta Pengurus PBNU lainnya. Tampak juga KH. Hasib Wahab Chasbullah, (Wakil Ketua PBNU) duduk pada kursi undangan deretan paling depan bersama Ibu Nyai Hj. Mundjidah Wahab (Bupati Jombang).
Kegiatan Hari santri ini digelar juga secara virtual, Pengurus PBNU, PWNU, PCNU dan PCINU Lintas Negara juga bisa mengikuti secara Live (langsung) karena panitia menyiapkan secara virtual. Sedangkan pusat gelaran apel yakni, di Lapangan Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, tepatnya di belakang Universitas Hasyim Asy’ari, Depan Museum Hasyim Asy’ari, ribuan santri dan Pengurus NU yang hadir tumplek-blek diarea tersebut.
Bertindak sebagai Pembina Apel Nasional adalah KH. Yahya Cholil Staquf, petugas pembaca teks Pancasila, Drs. H. Saifullah Yusuf, pembaca teks resolusi jihad, H. Amin Said Husni, MA (Wakil Ketua PBNU). Gus Yahya, selaku Pembina Apel Nasional dan sekaligus sebagai Ketua Umum PBNU mengucapkan terima kasih Kepada Pemerintah yang telah menetapkan Hari Santri sebagai hari Nasional sebagai penghormatan para Pahlawan dan Ulama serta Kiai.


“Kita ucapkan terima kasih kepada Pemerintah, kepada Presiden Jokowi, yang telah menetapkan hari santri sebagai hari Nasional, sebagai penghormatan kepada jasa jasa para pahlawan dari kalangan Ulama dan Kiai, kita bersyukur kepada Allah SWT atas hari santri Indonesia sebagai kebanggaan kita kepada para Ulama dan Kiai,” kata Gus Yahya dalam amanatnya disambut aplaus peserta apel.
Dikatakan, meski para santri telah memiliki hari bersejarah, hari kebanggaan akan tetapi orang nomor satu di PBNU ini minta Santri tetap giat belajar, tidak boleh berhenti pada kebanggaan saja, “Santri tidak boleh berhenti pada kebanggaan saja akan hari santri, apalagi merasa berhak menuntut hak yang lain, karena nasib kita tidak ditentukan siapa kakek, siapa buyut kita, tetapi oleh keberadaan kita hari ini, apa yang kita sumbangkan kepada bangsa yang kita cintai ini,” kata Gus Yahya.
“Para pendahulu kita mulia karena jasa jasanya mampu memberi yang terbaik untuk bangsa dan negaranya, bukan untuk kelompoknya, apalagi untuk pribadinya tidak sama sekali, melainkan untuk bangsa dan Negara, para pendahulu kita mengkorbankan segala galanya yang mereka miliki termasuk nyawa bukan untuk kepentingan mereka sendiri, apalagi sekedar menanam agar bisa dipetik untuk anak cucu mereka sendiri, pendahulu kita mempersembahkan segalanya demi kemaslahatan kejayaan segenap bangsa Indonesia tanpa kecuali,” katanya lagi.
Tinggal sekarang para santri sebagai penerus perjuangan, lanjutnya, harus mampu meneladani para pendahulu yakni para Pahlawan yang notabene para Ulama dan KIai, “Tidak ada cara paling baik untuk memuliakan jasa pendahulu kita, selain meneladani mereka selalu berusaha, berjuang, seperti mereka, yang selalu berusaha mempersembahkan hikmah yang ikhlas kepada semua, kepada seluruh bangsa Indonesia seperti para pendahulu kita, hanya dengan cara itu kita akan memiliki tenaga lahir batin yang cukup untuk memikul tanggungjawab dari mandat sejarah luar biasa raksasanya yaitu mandat untuk merawat jagat membangun peradaban,” lanjut Gus Yahya.


Ditambahkan lagi, apel yang dilaksanaan di Pondok Pesantren Tebuireng yang didirikan oleh Muasis Nahdlatul Ulama ini diikuti empat ribu santri ditambah seribu kader Nahdlatul Ulama, ditambah Ranting NU se-Jombang, “Alhamdulillah Apel Nasional ini dapat dilaksanakan di Pondok Pesantren yang didirikan oleh Muasis Nahdlatul Ulama, Hadratus Syaikh KH Muhammad Hasyim Asy’ari, Apel ini diikuti oleh empat ribu santri, ditambah seribu kader Nahdlatul Ulama dan Pengurus Ranting NU seluruh Jombang, apel ini juga tersambung melalui ibrit dan diikuti bersama sama oleh para santri se-Indonesia, oleh kader kader bangsa dari berbagai kalangan, sekurang – kurangnya lima ratus dua puluh delapan titik diseluruh Indonesia, secara keseluruhan tidak kurang dari lima ratus dua puluh tujuh ribu peserta, ” tambahnya.
Secara khusus Gus Yahya menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada bagian Kesekjenan PBNU yang dipimpin oleh, Drs. H. Saifullah Yusuf dan KH. Hodri Arief, Ketua RMI (Rabithah Ma’ahid Islamiyah), “Secara khusus saya sampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Tim PBNU yang telah merancang dan melaksanakan Apel Nasional ini, dengan sebaik baiknya dibawah Pimpinan Sekretaris Jenderal PBNU Drs. H. Saifullah Yusuf dan Pejabat Ketua RMI KH. Hodri Arief, semoga ini semua menjadi berkah bagi Nahdlatul Ulama dan bagi santri santri diseluruh Indonesia, “ kata Gus Yahya.


Dalam kesempatan tersebut PBNU juga membagikan Piala bagi para pemenang lomba Musabaqah Syarah Qawa’idul Fiqhiyyah yang telah dilaksanakan sejak mulai tanggal 18 Oktober 2022 oleh RMI, seleksi secara Nasional lomba tersebut diikuti tiga ratus santri dari seratus sepuluh Pondok Pesantren seluruh Indonesia. (mu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.