JOMBANG | KABARNAHDLIYIN.COM – Menyongsong datangnya Bulan Suci Ramadhan, warga Dusun Tugurejo, Desa Mayangan, Kabupaten Jombang, menggelar Pengajian Umum sekaligus penutupan sementara kegiatan keagamaan se-dusun, Sabtu malam (31/1/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Santren Nurul Yaqin, RT 008 RW 002 Tugurejo, berlangsung khidmat dan dihadiri tokoh masyarakat, para sesepuh kampung, jamaah laki-laki dan perempuan, serta warga lintas generasi. Antusiasme jamaah tampak sejak awal acara hingga pengajian selesai.
Hadir sebagai penceramah utama, KH Masduki Abdurrahman al-Hafidz, ulama sepuh yang dikenal luas di Jombang dengan nasihat-nasihatnya yang lugas, teduh, dan membumi.
Dalam mauidzah hasanah-nya, KH Masduki menekankan pentingnya disiplin beragama yang selaras dengan keputusan ulil amri, khususnya dalam penentuan awal puasa Ramadhan.
“Niki wonten Jombang, wonten tiyang niku menawi puasa Ramadhan sak penak e dewe,”
tutur KH Masduki di hadapan jamaah.
“Nanging kulo niki, nderek sing nganggo aturan pemerintah. Tandas.”
Pesan tersebut disampaikan dengan nada tenang namun tegas, mengingatkan jamaah agar tidak menjalankan ibadah berdasarkan ego pribadi atau kelompok, melainkan berpegang pada keputusan resmi pemerintah yang telah melalui proses hisab dan rukyat serta pertimbangan para ulama.

Menurut KH Masduki, ketaatan terhadap keputusan pemerintah dalam urusan ibadah sosial seperti awal Ramadhan merupakan bagian dari menjaga persatuan umat dan menghindari perpecahan di tengah masyarakat.
Pengajian ini juga menjadi momentum refleksi bersama menjelang Ramadhan, agar umat Islam mempersiapkan diri tidak hanya secara ritual, tetapi juga secara sosial—menjaga kerukunan, adab, dan kebersamaan.
Acara ditutup dengan doa bersama, memohon agar Ramadhan yang akan datang membawa keberkahan, ketenteraman, dan kekuatan iman bagi seluruh warga Tugurejo dan masyarakat Jombang pada umumnya. (Hadi S)












