JOMBANG — Perumdam Tirta Kencana Jombang menerima kunjungan kerja Koordinator Wilayah (Korwil) Lima PERPAMSI Jawa Timur, Kamis (22/1/2026). Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus forum berbagi gagasan antar-BUMD Air Minum dalam rangka memperkuat pelayanan air bersih yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Kunjungan tersebut diikuti perwakilan Perumdam dan PDAM dari tujuh daerah anggota Korwil Lima PERPAMSI Jawa Timur, yakni Kota Kediri, Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar, Kota Blitar, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Trenggalek, dan Kabupaten Tulungagung.
Rombongan dipimpin oleh Yani Setiawan, S.H., M.M., Koordinator Wilayah Lima PERPAMSI Jawa Timur sekaligus Direktur PDAM Kota Kediri. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kebersamaan antar-BUMD Air Minum untuk saling berbagi pengalaman dan strategi pengelolaan perusahaan.
“Forum seperti ini menjadi sarana silaturahmi kelembagaan. Kita dapat saling belajar, berbagi pengalaman, dan menguatkan langkah dalam menghadapi tantangan pengelolaan air minum di masing-masing daerah,” tutur Yani Setiawan.
Ia juga menyampaikan bahwa kolaborasi lintas daerah memiliki peran penting dalam mendukung target nasional penyediaan air minum aman sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
Rombongan Korwil Lima PERPAMSI Jatim diterima langsung oleh Direktur Perumdam Tirta Kencana Jombang, Khoirul Hasyim, bersama jajaran manajemen perusahaan.
Dalam suasana dialog yang hangat, Hasyim menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kunjungan tersebut. Ia menegaskan bahwa Perumdam Tirta Kencana membuka ruang seluas-luasnya untuk berdiskusi dan bertukar pengalaman demi peningkatan kualitas pelayanan publik.
“Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk saling menguatkan. Kami percaya bahwa kemajuan layanan air minum akan tercapai melalui kolaborasi, bukan berjalan sendiri-sendiri,” ungkapnya.

Diskusi membahas berbagai aspek pengembangan perusahaan, mulai dari strategi pengelolaan layanan, pemanfaatan teknologi informasi, hingga pengembangan usaha Air Minum Dalam Kemasan (AMDK).
Dalam pemaparannya, Hasyim turut menjelaskan pengembangan AMDK TIBER (Tirta Berkah) sebagai salah satu langkah Perumdam Tirta Kencana dalam membangun kemandirian usaha yang tetap berpijak pada pelayanan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan AMDK tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, namun juga oleh kepercayaan publik.
“AMDK bukan semata tentang produksi air minum, melainkan bagaimana menjaga amanah kualitas, legalitas, higienitas, serta keberlanjutan. Semua itu menjadi pondasi dalam membangun kepercayaan masyarakat,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke unit produksi AMDK TIBER. Para peserta meninjau langsung proses pengolahan air baku, tahapan filtrasi dan sterilisasi, hingga pengisian serta pengemasan akhir produk.
Dalam kesempatan tersebut, peserta juga berdiskusi mengenai standar legalitas, pengawasan mutu, serta tantangan operasional yang dihadapi masing-masing BUMD Air Minum.
Para peserta memberikan apresiasi atas tata kelola produksi dan manajemen kualitas yang diterapkan Perumdam Tirta Kencana Jombang. Sistem yang berjalan dinilai dapat menjadi referensi bagi daerah lain dalam mengembangkan layanan air minum yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan.
Melalui pertemuan ini, terbangun semangat kebersamaan antar-BUMD Air Minum untuk terus berkhidmat menghadirkan layanan air bersih yang adil dan merata bagi masyarakat, sejalan dengan nilai gotong royong dan kemaslahatan umat. (Hadi S)












