Saiful Hudah : Berharap keadilan dari Mahkamah Partai

by -

JOMBANG (KN) – Saiful Hudah, SH, mantan calon anggota legislatif Partai Gerindra kini sangat berharap kepada DPP Partai Gerindra, mengeluarkan keputusan yang seadil-adilnya atas permohonan gugatan yang diajukan kepada Majelis Kehormatan DPP Partai Gerakan Indonesia Raya pada 5 Agustus 2019 lalu.

Lelaki asal Surabaya yang menjadi Caleg Partai Gerindra Dapil 3 Nomor urut 2 ini secara resmi mengirim surat ke DPP Partai Gerindra. Surat 2 bendel berserta bukti-bukti bahwa, dirinya ditelikung teman seiring tersebut dikirim ke Majelis Kehormatan Partai Gerindra, dengan harapan Partai tempat ia mengabdi dan berjuang selama ini dapat memutus dengan seadil-adilnya.

Seperti dalam laporkan, aneh bin ajaib Saiful Hudah caleg yang bekerja siang malam selama kurang lebih 2 tahun, kandas gara-gara mempercayai teman Caleg se-Partai-nya sendiri. Adalah Dr. Mahwal Huda, Msi, Caleg nomor urut 1 yang diduga telah menelikung Saiful, sehingga dia dengan mudah melenggang menduduki Kantor DPRD Jombang.

“Dia (Mahwal Huda) ngomong sediri dihadapan banyak orang bahwa dia tidak akan bergerak, dia akan selalu mengingat pesan orangtua tidak akan menampel (menjatuhkan) makanan orang lain, sewaktu dia ngomong begitu didengarkan banyak orang, di rumah saya ini,” kata Saiful Hudah kepada Kabar Nahdliyin dirumahnya pada 5 Desember 2019 lalu.

Menurut Saiful, tidak kurang tiga kali Mahwal Huda mengatakan kepada dirinya bahwa, tidak punya anggaran untuk sosialisasi dan kampanye, “Tidak kurang tiga kali dia bilang tidak punya anggaran, yang ada hanya uang untuk persiapan anaknya, dia mengatakan kepada saya bahwa dia hanya pelangkap saja, tetapi ternyata menjelang pencoblosan orang-orang saya diobrak abrik oleh Mahwal Huda,” tutur Saiful.

Makanya, lanjut dia. Ia ingin menjelaskan kepada DPP Gerindra sekaligus mau bertanya, “Benarkah Mahwal Huda terus dibiarkan menjadi anggota DPRD Jombang?, saya mau tanya dimana berjuang dia, saya sendiri tidak tahu saat itu semua saksi yang sudah disiapkan sedemikian rupa menjadi rusak gara gara dibatalkannya, demikian juga saksi Pilpres, ini fakta seharusnya Gerindra di Jombang menang akhirnya rusak semua,” katanya.

Disamping itu, lanjutnya, proses pergantian pengurus atau Ketua DPC Gerindra Kabupaten Jombang begitu tiba tiba, padahal pada saat itu semua sudah dipersipakan secara matang, “Saya sebagai Caleg sangat kaget ketika itu, ada apa kok bisa coblosan kurang satu minggu Ketua dan Pengurus Gerindra Jombang diganti, ada apa?, saya yakin se-yakin yakinnya ada permainan menghabisi kawan seperjuangan, ternyata benar apa yang saya duga, terbukti apa yang saya alami, persiapan saya diobrak abrik oleh teman se-Partai ini ironis,” lanjutnya.

Daerah Pemilihan 3 Kabupaten Jombang, menjadi contoh rusaknya suara Gerindra, padahal Pak Saiful demikian ia akrab disapa, merupakan Caleg paling aktif melakukan kampanye dan sosialisasi, baik dalam hal Pencalegkannya maupun mensosialisakan dan mengkampanyekan Capres pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno didapilnya. Namun anehnya dia terpental dan akhirnya gagal menjadi anggota DPRD Kabupaten Jombang.

Menurut tim sukses Saiful, kemenangannya diambil oleh Mahwal Huda sebagai Caleg nomor urut 1 di dapil 3 tersebut, dia juga dari Partai Gerindra, orang-orang Pak Saiful diambil semua oleh teman se-partainya, “Saya bersama Pak Saiful sudah tidak kurang 2 tahun lamanya membina konstituen, tetapi pada saat mau coblosan orang orang yang mendukung Pak Saiful diambil alih, dengan berbagai cara, aneh kan padahal satu partai,” kata Slamet salah satu anggota tim sukses Saiful kepada Kabar Nahdliyin pada 13 Desember 2019 lalu.

Tidak hanya itu, lanjut Slamet, lebih kejam lagi, si Caleg yang menelikung teman seiring ini juga tanpa melakukan kampanye dan sosialisasi, “Jangankan sosialisasi atau kampanye, pasang gambar saja tidak dilakukan, bayangkan dimana dia bisa dikenal. Sudah begitu mengaku sudah melalukan kampanye dan sosialisasi, hebat bukan,” lanjut Slamet perihatin.

Tambah aneh lagi, tutur Slamet, Pengurus DPC Partai Gerindra Kabupaten Jombang yang baru kala itu tidak memasang saksi untuk Pilpres, “Sekali lagi aneh, karena waktu itu Pengurus DPC Gerindra Kabupaten Jombang tanpa memasang saksi Pilpres,” tutur Slamet lagi.

Ia juga mendukung langkah, Saiful menuntut keadilan kepada Mahkamah Kehormatan Partai Gerindra, “Saya dan para Tim Sukses sampai hari ini masih solid, dan sangat mendukung langkah Pak Saiful minta keadilan kepada Mahkamah Kehormatan Partai Gerindra, ini juga demi masa depan Partai. Kita sangat siap berkumpul kembali untuk membuktikan apa yang kami katakan,” kata Slamet lagi.

Mahwal Huda ketika dikonfirmasi KN, membantah, sangat salah jika ada orang menganggap dirinya tidak bergerak kampanye dan sosialisasi, “Masak orang melakukan sosialisasi di omong omongkan, andakan tahu saya, tidak mungkin lah yang begitu – begitu saya omongkan,” kata Mahwal Huda ketika ditemui di rumahnya.

Ia juga menjelaskan bahwa, antar sesama Caleg waktu itu sudah ada agreement atau kesepakatan, yang lolos akan membantu yang tidak lolos, “Sudah ada kesepakan antar kami sebagai Caleg waktu itu, saya kira semua juga seperti itu, kalau Pak Saiful menganggap masih ada masalah coba nanti saya akan menemui beliau, terima kasih atas informasinya,”katanya. (mu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *