Pilkades Desa Tebel, Hikmah Dibalik Selisih 17 Suara

by -
Hikmah dibalik selisih 17 suara Prianto tetap siap melakukan perubahan

JOMBANG, KN – Meski kalah tipis pada Pilkades 4 November 2019 lalu, warga Desa Tebel bernama Prianto tetap tegar, ia tetap melakukan aktifitas seperti biasa. Ketika ditemui Kabar Nahdliyin di rumahnya pada 22 November 2019 lalu, Ia sempat menceritakan bagaimana awal mula dirinya maju mencalonkan diri sebagai calon Kepala Desa.

“Sebenarnya saya tidak berminat menjadi Calon Kepala Desa, tetapi karena desakan beberapa warga dan juga dorongan dari salah satu tokoh kaliber Kabupaten Jombang, maka saya bersedia maju, apalagi sang tokoh berjanji akan membatu biaya pencalonan,” kata Prianto dengan hati hati.

Tetapi lanjutnya, ternyata orang yang sejak awal mendorong diriya mencalonkan diri tidak kunjung muncul sampai Pilkades selesai

“Aneh tapi nyata-kan yang sejak awal mendorong saya mencalokan malah tidak muncul apalagi mengenai realisasi janjinya membantu meringankan biaya pencalonan, ya tidak perlu dibahas,” lanjut Prianto.

Meski begitu, Prianto tetap semangat karena secara mayoritas warga Desa Tebel mendukung dirinya.

“Saya tetap semangat karena melihat antusias masyarakat yang ingin perubahan, mereka berbondong bondong mendukung saya, sehingga tidak salah jika pendukung saya sangat yakin, bahwa saya akan terpilih sebagai kepala Desa, eh ternyata saya kalah selisih hanya 17 suara, sudah begitu ada bauh main curang,” kata Prianto lagi.

Ditambahkan, bau tidak sedap itu terus diusut, hasilnya ada pihak tidak bertanggungjawab dengan cara memasukkan pemilih yang sesungguhnya tidak punya hak memilih.

“Karena itu, saya sebut ada kejangalan dalam pelaksanaan Pilkades Desa Tebel kali ini, tetapi apa mau dikata bagi saya helatan Pilkades sudah rampung, istilah yang pas, ya sudah, kita terima kekalahan, akan tetapi kita manusia biasa tentu punya banyak keterbatasan, karena itu ada pendukung yang tidak terima, ketika melihat warga yang sudah ber-KTP daerah lain juga ikut nyoblos di Desa kami ini yang membuat masalah,” tambahnya.

Meski Prianto terima kalah, ternyata sampai saat ini masih banyak pendukung yang meminta dirinya melakukan evaluasi hasil Pilkades, dengan cara menjelaskan apa sesungguhnya yang terjadi dalam pelaksanaan Pilkades di Desa Tebel

“Saya akan lakukan sebisa mungkin. Sudah barang tentu dengan cara melihat kenyataan yang ada, artinya kita akan jelaskan kepada pihak pihak terkait bahwa Pelaksanaan Pilkades di Desa Tebel ada pemilih siluman,” katanya dengan nada santai.

Dikatakan lagi, bahwa beberapa pemilih, sesungguhnya sudah dipersoalkan sebelum Pilkades berlangsung. “Beberapa orang pada daftar pemilih tetap (DPT) sudah ada yang di del (hapus) tetapi muncul lagi, juga minta kepada semua pendukung bersabar dan mau ikut mengevaluasi hasil Pilkades, agar kita tahu akar masalahnya,” katanya.

Apakah akan mengajukan gugatan ke jalur hukum?, ia mangatakan bahwa, tidak ada keinginan untuk mengajukan gugatan.

“Saya tidak ada keinginan menggugat ke jalur hukum, saya bersama pendukung justru akan mencari hikmah dibalik selisih 17 suara ini, kita hanya melakukan evaluasi saja, sebatas itu. Tujuan Pilkades digelar itukan salah satunya mencari pemimpin yang jujur, yang amanah, seperti yang diinginkan rakyat, ya kita lihat saja, jalannya pemerintahan Desa yang akan datang, tambah bagus atau sebaliknya, saya kira itu saja tujuan kita,” katanya lagi.

Ditambahkan, bahwa perjalanan membangun Desa harus bersama sama, “Tentu saja saya akan mengambil peran di luar pemerintahan Desa, tujuannya sekali lagi agar pemerintah Desa selanjutnya akan lebih bagus, saya juga mohon dengan sangat kepada para pendukung agar mengambil peran yang positif dalam pembangunan Desa, agar pembangunan Desa sampai pada tujuan, kita harus bersifat aktif dalam mengambil peran positif ini,” tambahnya.

Sementara itu, Khoiman yang telah ditetap sebagai pemenang dalam pelaksanaan Pilkades ketika dikonfirmasi, apakah sudah bertemu rivalnya, mengatakan, dirinya baik baik saja dengan semuanya.

“Saya baik baik saja dengan semuanya, pun juga dengan yang kalah. Bagi saya terserah dia mau melakukan apa tidak masalah, kan saya sudah melaksanakan tahapan tahapan, hasil Pilkades ya sudah seperti itu, saya sebagai pemenang,” katanya. (heru)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *