Pesan Kepala Wilker : Merdeka Belajar ! Mari mengajar yang enak, tetapi jangan seenaknya

by -
Suasana usia acara monitoring di SDIT Taswirul Afkar

JOMBANG (KN) – Sekitar pukul 9.30 WIB acara monitoring atau silaturrahmi tenaga pendidik SDIT Taswirul Afkar bersama Susiatin, M.Pd, selaku Pengawas SD (Sekolah Dasar) dan Ikron Abadi, MM sebagai Kepala Wilker Kecamatan Jogoroto pada Senin (24/2) berlangsung kekeluarga.

Sebagai Kepala Wilker (Wilayah Kerja) UPT Pendidikan ia memberi beberapa paparan terkait kemajuan SDIT Taswirul Afkar, ada beberapa langkah yang harus dilakukan jika sebuah sekolahan ingin maju, salah satunya, adalah keikhlasan para pendidiknya agar berangkat tepat waktu, “Kalau jam 7.00 WIB masuk ya harus tepat, karena sebelum jam 7.00 WIB harus ada penanaman karakter, sehingga pukul 6.00 WIB gurunya sudah harus ada, Bu Guru didepan menyambut anak anak yang datang, saya kira kegiatan ini bisa dilakukan dengan cara piket,” kata kepala Wilker UPT Pedidikan Jogoroto.

Yang kedua, lanjutnya, ketika masuk ruangan seorang Guru harus memperhatikan semua muridnya jangan sampai ada yang lepas dari perhatian, “Kadang anak itu inginnya diperhatikan, karena itu seorang Guru dituntut memperhatikan semua murid ketika diruangan, bagaimana pendidik bisa menyentuh jiwa anak didiknya, dan lagi jiwa anak tingkat SD itu harus diperhatikan karena masih polos,” lanjut Ikron.

Tidak hanya bagaimana seorang Guru memperhatikan anak didiknya, yang dijelaskan oleh kepala Wilker, akan tetapi bagaimana seorang Guru berprilaku keseharian juga menjadi perhatian muridnya, “Seorang Guru harus memperhatikan seragam kesehariannya, jangan berbeda beda, kalau semua pakai jilbab polos ya harus polos semua, jangan ada yang kotak kotak nanti malah dilihat muridnya seperti jor-joran,” jelasnya.

Dikatakan lagi, mengenai Topoksi (Tugas Pokok dan Fungsi) sudah jelas semakin hari harus semakin diperdalam untuk dihayati dan diamalkan, topoksi tersebut mengenai, bagaimana seorang guru dalam membuat Program, Menyajikan Program, Membimbing, Mendidik dan Melatih, Membuat Penilaian, Anasila, Bimbingan Konseling, Tugas lain yang diberikan oleh Kepala Sekolah, “Dan masih ada tugas kecil kecil, semua tugas tersebut harus dilakukan secara ikhlas, dan harus cermat dan tepat, tenaga Pendidik sekali lagi harus kompak, ayo mulang sing enak, tapi ojo sak enak e dewe (Mari mengajar yang enak, tetapi jangan seenaknya sendiri),” katanya lagi dengan gaya khas.

Pada bidang isi materi pembelajaran, Susiatin, M.Pd, memeriksa perangkat pembejaran, Prota, Promes dan RPP, “Kalau saya tugasnya menguji kelengkapan perangkat pembelajaran, bagi yang membuat harus mempertanggungjawabkan itu saja intinya, tolong juga kelengkapan tanggal dan tanda tangan juga diisi, karena saya melihat ada yang belum dikasih tanggal dan belum ditanda tangani,” katanya sambil tersenyum.

Ditambahkan lagi, jika perlu dicentang dengan pulpen saja jangan menggunakan pensil, “Tidak apa apa walaupun salah centang, jangan pakai pensil, menggunakan Pulpen saja biar jelas, kadang saya sendiri tidak tahu, ini sudah di cetang apa belum karena kurang jelas tadi,” tambahnya.

Terkait pelaksanaan UN menurutnya masih ada, “Informasi UN masih ada, USBN (Ujian Sekolah Berstandar Nasonal) yang sudah tidak ada, ini sesuai dengan jargon merdeka belajar, lembaga yang menguji dengan cara apa, lembaga harus menyiapkan semua dari mulai soal, mengoreksi, kelengkapan ujian tulis, cara mengoreksinya harus terinci pokoknya merdekalah sekarang,” katanya sambil tersenyum. (mu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *