Pengasuh PPHQ Putri (1) Tambah Momongan

oleh -437 views

JOMBANG, KN – Suasana ba’dah salat isya’ pada Senin (13/9) lalu di Desa Jarakkulon Kecamatan Jogoroto tepatnya di Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an Putri 1, bisa dibilang agak istimewa pasalnya, ada puluhan undangan khusu’ mengikuti acara, persis di Teras dalem Ustad Mahmud Syahro Wardi, Pengasu PP HQ Putri Jarakkulon.

Tentu acara kali ini bukan wisuda tahfidz seperti biasanya, akan tetapi acara walimatuttasmiyah anak ke dua Ustad Mahmud bersama Ibu Hudaya fikriya. Anak kedua ini lahir pada 06 September 2021 lalu, bertepatan dengan hari akad nikah keduanya pada 06 September 2018.

Putri yang baru lahir itu ia beri nama NUSAIBAH AMIRA AULAWIYA, orang tua berharap sang putri nanti menjadi pejuang dan cinta kepada nabi serta agamanya, “Semoga menjadi putri yang qurrota a’yun, yang bisa meneteskan air mata kebahagiaan kedua orang tua nya atas perjuangan dan cinta kepada nabinya serta agamanya,” harap Ustad Mahmud.

Ustad Mahmud lalu menjelaskan begaimana proses pemberian nama sangputri anak keduanya ini, “Nusiabah nama yang di ambil dari nama sahabiyah dizaman nabi dengan harapan dapat tafaulan kepada sang pemilik nama Nusaibah binti ka’ab yang masyhur akan perjuangan dan kecintaannya kepada Islam dan hadroturrosul,” jelasnya.
Dikatakan bahwa, “Nusaibah berasal dari kata nasabun isim mu’rob memiliki arti keturunan ‘hubungan’ kekerabatan dan semaknanya, lalu ditasghirkan dengan mengikuti wazan fuailun dengan menambah ya’ tasghir dengan maksud semoga menjadi keturunan yang baik, dekat secara emosional,” katanya.

Ditambahkan, nama Amira merupakan pemberian dari Pengasuh Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an Pusat, “Amira ini merupakan nama pemberian dari Romo KH. Ainul Yaqin, Pengasuh PP. Hamalatul Qur’an Jogoroto (PPHQ) Jombang. kata tersebut memiliki makna pemimpin, kata pemimpin itu lekat dengan julukan yang dimiliki Nusaibah sang sahabat nabi (Ummu Umaro), semoga nantinya anak saya bisa menjadi ibu anak anak berjiwa pemimpin pemegang teguh ajaran Islam dan Sunnah Hadroturrosul serta sebagai penerus sujud kedua orang tuanya hingga akhir zaman,” tambahnya.

Kang Mahmud bersama Kades Jarakkulon Jogoroto
Suasana Walimatuttasmiyah di PPHQ Putri

Sementara nama Aulawiya, jelas Ustad Mahmud, “Kata Aulawiya pemberian dari kakek tercinta KH. Khozinatul Asror Pengasuh Pondok Miftahul Ulum Jangglengan Sidorejo Karas Magetan Jawa timur. Aula sendiri memiliki arti lebih dekat, lebih utama, lebih patut. Dijelaskan maksud penambahan ya’ tasdid ini saya artikan ya’ nisbah dengan di tambah ya’ nisbah, menjadikan segala proses dalam tarbiyah dituntun Allah SWT ke arah yang lebih utama dan terus mendekatkan pada Allah,” jelasnya lagi. (mu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.