Nasib Sungai Desa Pakel Jombang, 4 Tahun Diusulkan Hasil Nihil

by -
Warga : Sungai Desa Pakel dalam kondisi darurat, Pemerintah Pusat harus turun tangan.

JOMBANG, KN – Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat harus tahu kondisi sungai yang ada di Desa Pakel, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, yang kini kondisinya memprihatinkan. Plengsengan runtuh, Jalan tergerus dan terancam longsor.

“Saya sudah usulkan sejak 4 tahun lalu tetapi tidak ada yang merespon, tapi saya tidak akan bosan, saat ini tetap saya usulkan lagi, karena kondisinya semakin parah dan membahayakan, apalagi jika dibiarkan sampai musim hujan tiba, warga Dusun Curah Paras bisa jadi terisolasi,” kata Darmadji, S.Psi, Kepala Desa Pakel kepada Kabar Nahdliyin, Jumat (21/11) lalu di Kantor Balai Desa.

Pantuan KN di lapangan, akses jalan Curah Paras, Curah Rejo terancam terputus jika plengsengan yang runtuh di sungai Pakel tersebut tidak segera diperbaiki. Pasalnya, jika musim hujan tiba diperkirakan akses jalan yang menuju ke Curah Paras akan tergerus dan longsor.

Kalaupun ada pertolongan jalan keluar dari Curah Paras, mungkin melalui Curah Rejo, tetapi sangat terbatas, karena akses jalan Curah Rejo tergolong jalan baru.

“Mungkin bisa lewat Curah Rejo tetapi tidak semua, muatan berat tidak mungkin karena jalan Curah Rejo merupakan jalan baru,” kata juru kunci Makam Umum Curah Paras yang setiap hari beraktifitas disungai Pakel menuturkan.

Selain plengsengan runtuh dan jalan terancam longsor, sekitar 1 KM kanan dan kiri plengsegan atau gampeng sama sekali tidak terurus, belum lagi banyaknya batu besar yang berada di tengah tengah sungai bakal menjadi penghalang arus air yang akan datang.

Pendangkalan juga terjadi ada sekitar 1 KM sehingga diperkirakan akan terjadi banjir besar, jika sungai itu tidak dibetulkan mulai sekarang.

Diketahui, arus sungai Pakel ini merupakan saluran air besar dari Wanosalam hingga sungai gunting Mojoagung, karena itu kekuwatiran warga sangatlah beralasan, karena tahun lalu demikian. Ketika arus air besar turun diberengi dengan batu sebesar juga ikut turun. Bahkan sebesar gardu poskambling batu batu tersebut turun kebawah melalui sungai Pakel.

“Jalan ini sama seperti sungai ketika musim hujan, karena tebing sungai sudah longsor, sudah begitu batu batu besar yang jumlahnya tidak sedikit ikut arus air berjajar disungai sampai di jalan Desa Pakel ini, makanya saya berharap Pemerintah Dearah dan Pusat mau mendengar keluhan warga Pakel,” harapnya.

Senada dengan juru kunci Makam Umum Pakel, salah satu Perangkat Desa setempat, berharap Pemerintah Pusat mau mendengar keluhan warga, agar yang dikawatirkan warga Desa Pakel tidak terjadi.

“Harapan saya sama seperti warga Desa, saya mohon Pemerintah Pusat mau mendengar dan turun langsung, karena musim hujan sudah hampir tiba. Masih ada waktu untuk memperbaiki tebing sungai Desa Pakel yang membahayakan itu, terus terang tanpa campur tangan pemerintah Pusat, Pemerintah Desa akan kesulitan mengatasi karena dana yang dibutuhkan tidak kecil,” kata salah satu Perangkat. (heru)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *