Kepala Desa Ngrimbi diamkan Surat FPDK, Koordinator berharap ke Bupati

by -
Lokasi lahan galian C Dusun Kopen

JOMBANG (KN) – Bupati Jombang Hj. Munjidah Wahab diminta harus segera bertindak, terkait sikap Choiri, Kepala Desa Ngrimbi yang tidak mengubris Surat dari Forum Penyelamat Dusun Kopen, Desa Ngerimbi, Kecamatan Bareng beberapa waktu lalu.

Seperti dijelaskan oleh Supeno, Koordinator FPDK bahwa dirinya sejak awal bulan tahun 2020 lalu mengirim surat ke Kepala Desa setempat, isinya mempertanyakan adanya kegiatan galian C di Dusun Kopen tersebut.

“Kami hanya minta segera diadakan pertemuan untuk klarifikasi sehubungan dengan aktifitas galian C semakin merugikan sebagian warga Dusun Kopen, hanya itu permintaan kami. Tetapi sampai hari ini Kepala Desa tidak mengrubris surat kami, malahan kami ditertawain. Padahal tujuan kami supaya pihak pengusaha galian C mengetahui bahwa sebagian warga ada yang dirugikan,” kata Supeno kepada Kabar Nahdliyin dengan nada serius.

Ia lalu menjelaskan isi surat yang disampaikan kepada Kepala Desa tersebut. Ada beberapa hal yang merugikan sebagain warga terkait kegiatan galian C. Pertama, adanya kerusakan lahan pertanian sekitar galian C. Kedua, kesulitan menanam padi bagi petani sekitar galian C. Ketiga, pindahnya aliran sungai tanpa ada musyawarah, Keempat, perubahan akses jalan membuat sulit kegiatan petani sekitar galian C. Kelima, minimnya upaya penanggulangan bahaya longsor, Keenam, tidak ada ganti rugi bagi petani yang dirugikan. Ketujuh, kebijakan Pemerintah Desa Ngrimbi dalam melindungi warganya tidak jelas terkait dampak galian C.

Sesungguhnya masih banyak keluhan warga Dusun Kopen, akan tetapi pihak FPDK tidak mungkin menulis semuanya, “Karena itu, kami minta segera diadakan pertemuan, anehnya pihak Desa sampai hari ini tidak berniat mengadakan pertemuan yang diinginkan warga tersebut,” kata Supeno lagi.

Karena tidak ada tanggapan dan niat untuk mempertemukan warga dengan pengusaha galian C. Maka, FPDK berencana melaporkan pihak Pemerintah Desa keatasannya, “Karena tidak ada niat dari Pemerintah Desa maka kami juga akan melaporkan pihak Pemerintah Desa, ke atasannya bisa ke Pemerintah Kabupaten, ke Provinsi Jawa Timur bahkan kalau perlu ke Presiden, kita tidak akan berhenti selama pihak pengusaha galian C tidak mempedulikan warga yang terkena dampak,” katanya lagi.

dijelaskan, bahwa FPDK tidak mempersoalkan seseorang memiliki usaha atau punya pabrik atau bahkan punya usaha galian C, “Kami tidak masalah orang memiliki usaha demikian, protes kami karena adanya kerusakan lingkungan akibat galian C itu, Apalagi membahayakan warga Dusun Kopen, karena longsor sewaktu waktu bisa terjadi. Sekali lagi selama ini pembelaan Pemerintah Desa terhadap warga Dusun Kopen kami nilai jauh dari harapan warganya,“ jelasnya lagi.

Lebih lanjut, kata Supeno, bukti Pemerintah Desa tidak peduli dengan nasib petani yang tekena imbas akibat galian C salah satunya Pemerintah Desa enggan mengadakan pertemuan, “Kini malah warga merasa diusir secara halus dari Dusun Kopen. Saya berharap Bupati Jombang mengetahui semua ini sehingga bisa menegur bawahannya,” lanjutnya.

Sementara itu, Kabar Nahdliyin.com sampai berita ini diunggah belum berhasil mengkonfirmasi pihak Pemerintah Desa Ngrimbi. Sedangkan surat yang dikirim oleh FPDK ditanda tangai oleh perwakilan antara laim, Supeno (Koordinator), Anggota; M Thoyib , Poniman ,A Zaenal, Andri, Erwin, Suli, Udin, Basuni, Sutrisno. (mu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *