Ika Fovriana Rinda Riria : Isro’ Mi’roj Pondasi Dasar Pendidikan Islam

oleh -95 views

JOMBANG, KN – SDIT Taswirul Afkar, Galih Aji (Dusun Kemirigalih, Desa Sawiji) Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang pada Rabu (7-1-2024) lalu menggelar peringatan Isro’ Mi’roj,’ kegiatan tahunan yang diberi Tema Isro’ Mi’roj sebagai Pondasi Dasar Pendidikan Islam, diikuti seluruh Siswa dan Siswi dan Wali peserta didik, tidak ketinggalan puluhan anak anak TK Arroudloh juga tumplek blek turut memeriahkan kegiatan tersebut. Acara digelar di Masjid Kecil SDIT Taswirul Afkar.

Tidak hanya Wali Peserta didik, Dewan Guru dan peserta didik juga ikut menyemarakkan kegiatan Isro’ Mi’roj tersebut, pihak panitia juga mengundang Group Banjari dari Desa setempat. Group Sholawat Al -Banjari tersebut anggotanya terdiri dari Remaja Kampung Galih Aji, penampilan mereka tidak kalah menarik dengan Group Banjari lainnya, selain itu mereka juga dilengkapi alat sound sistem milik sendiri, tidak jarang ketika diundang pada suatu acara mereka membawa peralatan lengkap, termasuk Sound Sistem.

Menurut bagian Kurikulum SDIT Taswirul Afkar, moment peringatan Isro’ Mi’raj sengaja digelar juga mengundang warga setempat dan Group Al Banjari Remaja Kampung setempat, dan bersama wali peserta didik, “Tujuan kita agar misi dan visi lembaga SDIT Taswirul Afkar tersampaikan, melalui kegiatan Isro’ Mi’roj ini kita berharap misi dan visi lembaga kita bisa dipahami, SDIT Taswirul Afkar memiliki misi besar yakni membangun tunas tunas pemegang teguh ajaran ASWAJA (Ahlussunah Wal Jamaah), ini misi besar kita, tentu penjabarannya tidak hanya pada teori saja, tetapi pada prakteknya kita juga melakukan sosialisasi,” kata bu Ika yang kini memegang Bidang Kurikulum pada lembaga SDIT Taswir tersebut, menjelaskan.

Lebih lanjut dikatakan lagi, bahwa, Isro’ Mi’roj menjadi pondasi dasar pendidikan Islam penjelasannya harus dapat dipahami oleh civitas pendidikan di SDIT Taswirul Afkar secara lengkap, “Tidak hanya Peserta didik yang perlu memahami pentingnya peristiwa Isro’ Mi’roj menjadi pelajaran Pendidikan Dasar Islam, tetapi juga semua pihak di lingkungan Taswirul Afkar wajib memahami maksud dan tujuan visi – misi tersebut, karena komitmen pendiri lembaga Pendidikan ini adalah membangun tunas islami yang berpegang teguh faham Ahlussunnah Wal Jamaah,” katanya lagi.

Karena itu, tambahnya lagi, peserta didik SDIT Taswirul Afkar harus menjadi tunas tunas yang tangguh dan punya dasar agama Islam yang kuat, “Tangguh dalam menghadapi situasi apa pun dalam memegang ajaran ASWAJA, dan memiliki pemahaman agama Islam yang komprehensif, ini juga menjadi harapan wali peserta didik dimana pun berada. Yang menjadi penting adalah SDIT Taswirul Afkar memang dari awal peserta didik digembleng dengan berbagai ilmu agama Islam, sudah barang tentu pada jenjang selanjutnya Alumni Taswir tidak akan kerepotan memilih lembaga pendidikan, karena mereka telah memiliki dasar Ilmu agama Islam yang kuat,” tambahnya.

Selain menjadikan peringatan Isro’ Mi’roj menjadi dasar Pendidikan Islam, secara umum lingkungan SDIT Taswirul Afkar memang didesain melahirkan tunas tunas Aswaja, “Dalam mewujudkan hal tersebut pihak lembaga bekerjasama dengan semua pihak terutama Nahdlatul Ulama yang jelas jelas berfaham Ahlussunnah Wal Jamaah, ini penting kita tekankan agar faham tersebut dapat kita tanam pada peserta didik sejak dini, makanya kami mohon dukungan kepada semua pihak dalam mewujudkan visi – misi tersebut,” katanya lagi.

Ghoyati Sa’idah Fiddaroini, yang akrab disapa Ning Rani, salah satu pendidik bidang keagamaan atau Madin juga turut menjelaskan, bahwa di SDIT Taswirul Afkar peserta didiknya selalu melakukan rutinitas membaca Al Quran bahkan sampai menghafal, “Setiap hari rutinitas di SDIT Taswirul Afkar selalu membaca Al Qur’an, pagi sebelum masuk Peserta didik membaca juz 30 dilantunkan secara bersama sama, setelah itu kita biasakan salat Dhuha, alhamdulillah kegiatan selama ini dapat dilakukan dengan lancar dan teratur,” katanya.

Disamping itu, tambahnya lagi, khusus peserta didik kelas 5 dan 6, mereka ada waktu waktu khusus murojaah, “Mereka juga harus melakukan murojaah setiap hari, karena bagi Peserta Didik yang mau lulus harus hafal Juz 30. Sekali lagi mereka kita latih untuk menghafal Juz 30, dan penting juga diperhatikan lulus dari SDIT mereka lancar membaca Al-Qur’an,” tambah Ning Rani (Dina)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.