Bupati, Wabup keliling kecamatan, Camat Jogoroto setengah Menangis

oleh -785 views
Wabup, Camat Jogoroto bersama pejabat terkait usai membuka Musrenbang
Wabup, Camat Jogoroto bersama pejabat terkait usai membuka Musrenbang

JOMBANG, KN – Sejak Senin (24/1) lalu Hj. Mundjidah Wahab, Bupati bersama Sumrambah, Wakil Bupati Jombang keliling Kantor Kecamatan, keduanya memang tidak satu rombongan melainkan bagi tugas berkunjung perkecamatan, dibagi perwilayah kecamatan, ini bukan untuk mencari simpati atau mencari dukungan suara untuk Pilkada melainkan murni tugas mendengar usulan atau aspirasi masyarakat melalui Musrenbang.
Diketahui, sejak bulan Desember 2021 hingga akhir bulan Januari tahun 2022 ini Kabupaten Jombang diguyur hujan demikian hebat, hingga tidak jarang jalan jalan rusak alias berlobang akibat genangan air. Bahkan sampai ada jalan yang ditanami pohon pisang, pun demikian. Sebagian jalan memang sempat diperbaiki namun dihantam hujan kembali. Untuk perbaikan secara menyeluruh Pemkab Jombang mulai membahas pada Januari tahun 2022 ini, karena itu masing masing Kantor Kecamatan menggelar Musrenbang Kecamatan atau Musyawarah Rencana Pembangunan Tingkat Kecamatan.
Kegiatan pertama Musrenbang ada di empat kecamatan yakni, Kecamatan Bareng, Gudo, Ngoro dan Wonosalam, ketika memberi arahan, di Kecamatan Bareng Wabup Jombang, Sumrambah, terkait waduk biru yang selalu ambrol setelah dibangun, ia mengatakan masyarakat harus mau kompak melarang pengambilan batu diatas waduk, “Kita harus kompak melarang penambang batu diatas waduk, baik yang berijin maupun yang tidak punya ijin, ini salah satu cara agar waduk tidak mudah ambrol,” kata Wakil Bupati Jombang.
Di Kecamatan Jogoroto, orang nomor dua di Jombang ini menanggapi langsung keluhan Camat Jogoroto akan jalan yang rusak hingga saat ini pihaknya belum dapat memperbaiki, menurut Wabup, sambutan Bu Camat setengah menangis, “Tadi sudah kita dengarkan sambutan Bu Camat setengah menangis, terkait jalan rusak dan banyak lubang, saya ingin jelaskan dulu kondisi kita. Kita mengalami kondisi keuangan yang tidak sehat, ketika terjadi pandemi covid 19. Devisit utang kita mencapai Rp. 359 milyar. Terkait pembangunan Infrastruktur jalan Jogoroto, Bu Camat sampai setengah nangis. Biar dijawab langsung oleh Bapak Kepala Bappeda, bisanya kapan memperbaiki jalan rusak itu,” kata Sumrambah sambil mempersilahkan pihak terkait untuk menjawab. Akhirnya klir tahun ini segara dibenahi, lalu Wabup melanjutkan sambutannya.
Adik Suyanto, mantan Bupati Jombang ini lalu melanjutkan sambutannya, menurutnya, Pertama, Kabupaten Jombang mengalami kondisi keuangan yang tidak sehat, kedua, penggunaan Dana Desa harus efektif dan efesien, “Penggunaan Dana Desa harus efektif dan efisen, untuk membantu pemerintah Kabupaten menyelesaikan infrastruktur, perlu diketahui jika diselesaikan semua infrastruktur se-Kabupaten Jombang menghabiskan dana kurang lebih Rp. 1,5 triliun. Menyelesaikan secara keseluruhan kawasan infrakstrur seperti itu. Mohon maaf jika ada yang ngomong Wabup tidak bisa kerja, ini kita buka supaya kita tahu samua. Makanya, kita bikin pola unit reaksi cepat di Dinas PUPR,” katanya lagi.
Mengenai, masalah kesehatan, tambah Wabup, Ia berhadap Puskesmas dan pihak terkait serta stikholder harus mau bersatu padu, “Ada varian baru, saya berharap puskesmas, bersatu padu, agar kita tidak masuk fase seperti bulan Juli kemarin. Omicron dimungkin fase terakhir, saya benar benar berharap ada tumbuh kesadaran melakukan dengan sungguh sungguh agar warganya terlindungi, akan tetapi tetap memakai protokol Kesehatan,” tambahnya.
Juga mengenai stunting masalah kurang gizi, “Stunting Ini selalu menjadi topik menarik, selalu diomongkan dimana mana, kondisi bayi secara kesehatan tidak terlalu baik. Padahal Generasi kedepan generasi emas, syaratnya generasi emas sehat jasmani dan rohani. Tidak hanya orang miskin saja yang mengalami stunting, tetapi orang yang kondisi ekonominya dibilang cukup juga ada, karena itu, melalui pendidikan keluarga, mereka harus kita beri pengetahuan, masak ada orang hamil diet, inikan kasihan anaknya nanti, karena pertumbuhan janin perlu gizi agar saraf dan otak janin sehat, “kata Wabup.
Mengenai masalah pertanian, wabup minta maaf, karena pupuk bersubsidi belum mencukupi, “Kita sudah upaya ada program petani makmur yang mengandalkan pupuk non subsidi, terakhir masalah narkoba, Jogoroto termasuk tinggi, Jombang nomor 3 kita sedih, makanya upayakan kita bersama untuk menyelamatkan generasi kita secepatnya harus dilakukan. Sebab kalau sudah kena narkoba berapa harta yang kita miliki tidak ada gunanya, kondisi riil ini harus kita sadari, bagaimana kita menyelamatkan generasi kita, mari sama sama bersatu padu,” pintanya.
Sebelumnya Camat Jogoroto, memberi sambutan dengan suara mendayu-dayu setengah menangis kata salah seorang pejabat, “Mungkin karena jalan di Jogoroto rusak banget sampai sampai Bu Camat pidato setengah menangis,” kata undangan dari wilayah Jombang.
“Kita prioritaskan, kesepakatan bidang prasarana pemerintah, utamanya untuk jalan rusak karena banyaknya korban, banyak keluah dari masyarakat, banyak sekali lubang dalam di jalan, sampai pengendara kepinggir merambat mencari jalan yang masih utuh, ini jalan depan Kantor Kecamatan Jogoroto sampai Rejoso rusak, tolong Pak Wabup segera diperbaiki nggeh, penguna jalan benar benar susah karenamerambat,” kata Nunik Hindayati, ST, Camat Jogoroto dengan nada liri seperti setengah menangis. (mu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.