Abah Su’udi : Alm Cak Anam adalah orang hebat

oleh -363 views

JOMBANG, KN – Doa bersama yang digelar di PonPes MNS atau yang dikenal dengan Pondok Pesantren Mbah Nyai Shofiyah pada Kamis (18/1/24) di Desa Sawiji, Kecamatan Jogoroto dalam rangka memperingati

100 Hari wafatnya Alm Bapak Drs. H. Choirul Anam dipenuhi kesaksian. Salah satunya disampaikan oleh Abah Su’udi Yatmo, yang mengaku konco plek Almarhum sejak berjuang di GP Ansor maupun NU.

Tokoh senior NU asal Mojoagung Jombang yang punya PT Djagat Besi ini menceritakan bahwa dirinya ikut acara Tahlil untuk Almarhum terhitung empat kali, “Saya ikut acara tahlil 4 kali, pertama hari ke 5, ke 7 dan pada 40 harinya, dan sekarang pada 100 harinya, intinya Cak Anam dimata saya adalah orang hebat,” kata Abah Su’udi, meyakinkan Jamaah.

Ia lalu menceritakan bagaimana perjuangan NU melawan penjajah, “Kita hanya punya bambu runcing dan kitab, tidak punya apa apa melawan penjajah. Tetapi KH. Hasyim Asy’ari berani mimpin orang se – Jawa Timur sehingga lahir resolusi jihad, Kiai Hasyim memberi penyemangat orang melawan Penjajah. Bahkan kita yakin mundur melawan penjajah haram, dan Resolusi Jihad pertama kali memperingati adalah Cak Anam,” katanya.

Dikatakan, andaikan tidak ada Resolusi jihad, tidak mungkin Indonesia merdeka, “Andaikan tidak ada Resolusi jihad tidak ada merdeka, begini ini saya omong dimana mana biar dibantah, tetapi ternyata tidak ada yang membantah. Nah, Cak Anam itu pernah dengan Gus Dur, pernah mimpin PKB Jawa Timur dan menang, saya bisa cerita Gus Dur, Cak Anam memang saya dekat. Cak Anam rumahnya ya seperti itu, langgarnya (musholla) ya seperti ini, tetapi punya museum, menyimpan barang – barang berharga Kiai Hasyim Asyari dan NU dari mulai tongkat, tasbih sampai semuanya, sampai nyimpan bajunya Banser Mojokerto yang kena bom juga ada di Museum, itu yang bikin Cak Anam, benar Cak Anam itu top, pernah pada satu acara sebelum Gubernur datang, Banser dipimpin Cak Anam melakukan atraksi seluruh tubuhnya dililit petasan, setelah itu dinyalakan Banser tidak terluka sedikitpun, sekarang tidak, duit duit saja. Cak Anam tidak pernah omong duit, saya ini saksi asli bukan saksi saksian, ” katanya lagi.

Sementara itu, KH. Karim Elmuna, Pengasuh Pondok Pesantren Al – Manshur, Mayangan, Jogoroto, ketika memberi tausiyah mengatakan. Bahwa, Prinsip seorang Muslim ketika hidup sehat adalah berbuat baik, ketika diberi sakit, diibaratkan cuti, ketika
meninggal dinilai pensiun, “Ketika Diganjar sakit berarti dikasih cuti, sampai akhir pun dipundut (meninggal) oleh Allah SWT bagaimana manusia kematian menjadi nilai pensiun,” katanya.

“Sudah tidak bisa berbuat kebaikan tetapi masih dapat kemanfaatan dari kebaikan yang pernah dilakukan. Prinsipnya sama dengan orang bekerja tetapi ini subtansinya akhirat,” katanya lagi.

“Kalau kerja sakit ya cuti, cuti itu tidak masuk kerja tetapi tetap dibayari (mendapat gaji), nanti kalau pensiun ya masih dapat bayaran, maka prinsipnya orang beriman adalah seperti itu,” tambahnya.

“Saya yakin dan mohon doa restu untuk Alm Bapak H. Choirul Anam, masuk dalam kriteria ketika kehidupannya. Sekarang dialam barzah bernilai pensiun karena perjuangannya sebagaimana yang disampaikan Abah Su’udi,” tambahnya.

Yang kedua, tambahnya lagi, Penting bagi kita semua dalam kehidupan ini, “Memiliki teman akrab apalagi sampai level kiai, yang teman akrab itu nanti ingat kepada kita semua, saya kutip pada kitab al Ikhya’ Ulumuddin, diceritakan, ada dua orang teman akrab, teman plek (dekat), satu masuk Surga yang satu masuk Neraka, lalu yang masuk Surga itu mencari temannya waktu di dunia. Tanya kepada Malaikat, saya dulu di dunia punya teman plek sekarang dimana teman saya itu, tolong carikan, tidak bisa ini Surga tempatnya orang baik baik saja, temanmu plek di dunia tetapi karena jelek, sekarang masuk Neraka , tidak bisa, kata Allah, orang di Surga itu minta apa saja dituruti, masak aku minta kepingin kumpul dengan temanku tidak boleh, akhirnya karena Malaikat itu standar operasional itu kalau orang jelek itu tidak bisa masuk Surga lapor kepada Gusti Allah.

Gusti ini ada hamba-Mu di Surga mencari temannya padahal temannya itu masuk Neraka saya sampaikan tidak bisa, Surga tempatnya orang baik, Neraka tempatnya orang jelek, ini bagaimana Gusti apa yang harus aku lakukan.

Malaikat karena apa yang sudah menjadi janji-Ku apa saja yang diminta orang di Surga Aku turuti sekarang cari teman plek-nya. Diambil oleh Malaikat, disuruh ke Surga sampai di Surga, sampai di jidatnya (kening) ada tulisannya ahlun naar dakholal jannah, ahli neraka tapi masuk surga, viral itu di surga, bagaimana ini ahlun naar kok dakholal jannah, artinya apa dalam kehidupan ini bagaimana kita berada dihatinya orang orang bagus, apalagi selevel kiai, selevel ulama dengan harapan semoga diakhirat nanti mengingat kita semua, barangkali kita terpeleset ke Neraka itu ada yang mencari,” katanya.

Kesaksiannya sendiri, lanjutnya, “Alm Abah Choirul Anam, selama hidupnya ya khidmat kepada para kiai kiai semoga Beliau selalu diingat oleh para kiai kiai apalagi Mbah Hasyim Asyari, sehingga kelak di akhirat berkumpul dengan orang orang yang dicintai.

Semoga kita semua bisa punya teman , punya kiai memperhatikan kita semua mulai dunia sampai akhirat,” kata Kiai yang akrab disapa Gus Karim ini. (Aburani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.