LDNU Kabupaten Kediri, Edarkan Pamflet Perbedaan Aswaja Dan Wahabi

oleh -176 views
Pamflet PCNU Kediri diedarkan, warga NU Jombang acungkan Jempol

KEDIRI KN – Sudah menjadi tugas Jamiyah Nahdlatul Ulama menjaga akidah warganya, karena Jamiyah Nahdlatul Ulama didirikan adalah untuk membentengi faham Ahlussunnah Wal Jamaah alaa Nahdliyah dari pengaruh akidah menyimpang. Karena itu, dilakukan LDNU Kabupaten Kediri dalam menjaga akidah warganya patut ditiru.
Kiai M. Anwar Suyuti yang akrab disapa Gus War salah satu Pengurus LDNU Kediri mengaku mencari formula yang tepat bagaimana memberi penjelasan kepada warga NU terkait faham Wahabi, “Pengusus LDNU Kediri berusaha menjelaskan kepada warganya agar waspada, karena kini banyak faham yang ujung ujung menggerogoti faham ASWAJA. Akhirnya ketemu model pamflet seperti itu,” kata Gus War.

Berikut penjelasan dalam pamflet LDNU Kabupaten Kediri yang diedarkan kepada warganya; Aswaja menyakini Tauhid bahwa Allah tidak menyerupai mahluk-Nya, Allah maha suci dari jisim dan anggota badan, Allah ada tanpa tempat dan arah dan tidak berlaku bagi-Nya zaman. Hadlrahtus Syehikh Muhammad Hasyim Asy’ari berkata : “Aku bersaksi tidak ada yang disembah dengan benar selain hanya Allah yang tidak ada sekutu bagi-Nya, yang disucikan dari jisim, arah, zaman dan tempat.” (Muqodimah kitab at-tanbihad al – wajibah)

Pada pandangan Wahabi, menyakini Tasybih (Menyerupakan Allah dengan mahluk-Nya) mereka tidak mensucikan Allah dari jisim dan anggota badan, mereka menyakini bahwa Allah bertempat , duduk diatas Arsy. (Lihat : Abdul Aziz ibn Baz, Tanbihat Hammah, hal 19 Abdurrahman Ibn Hasan Alu as Syaikh, Fathul Majid hal 356).
Kedua ASWAJA Dalam Hal Bid’ah Itu Ada Dua : Bid’ah HASANAH : Bid’ah yang sesuai dengan Al Qur’an dan Hadits, Rassulullah bersabda ; “Barang siapa merintis (memulai) dalam agama islam sunnah (perbuatan) yang baik maka baginya pahala dari perbuatan tersebut juga pahala dari orang yang melakukannya (mengikutinya) setelahnya tanpa berkurang sedikitpun pahala mereka,” HR Muslim

Imam Syafi’I – semoga Allah meridlainya – berkata ; “Perkara yang baru terbagi menjadi dua bagian, pertama sesuatu yang menyalahi Al Qur’an, Sunnah, Ijma, atau Atsar (Apa yang dilakukan atau dikatakan oleh para sahabat tanpa ada diantara mereka yang mengingkari), inilah Bid’ah yang sesat.

Kedua Perkara yang baru yang baik dan tidak menyalahi Al Qur’an, sunnah maupun ijama’, inilah sesuatu yang baru yang tidak tercela,” diriwayatkan oleh al Bayhaqi dengan sanat yang sahih dalam kitabnya Manaqib asy- syafi’i.

Wahhabi berpaham Tabdi’ mereka membid’ahkan amaliyah umat islam diseluruh dunia seperti peringatan maulid Nabi, melafalkan niat dengan keras dalam shalat, dzikir berjama’ah setelah shalat, membaca al fatihah setelah doa dan untuk mayit, peringatan isro’ mi’roj, peringatan hijrahnya nabi, dzikifr shufi dan seterusnya. (lihat : Shalih al Fauzan, Kitab Tauhid, hal – 115 -121). Pokok ajaran Wahabi 3 T Tasybih – Takfir – Tabdi

Aswaja tidak mengkafirkan umat islam tanpa sebab syar’iy dan tidak menghalalkan darahnya. Rasulullah bersabda; “Setiap orang yang berkatakan kepada sudaranya, wahai kaafir, maka dengan sebab perkataan itu hukum kafir kembali kepada salah satu keduany, “ Hr. al-Bukhari dan Muslim Al – Imam at Thohawi (227 H—321H) dalam kitab al Aqidah at Thohawiyyah berkata; “Dan kami tidak mengkafirkan seorang dari ahli kiblat (umat islam) dengan sebuah dosa yang dia lakukan selama dia tidak menganggapnya halal”

Wahabi berpaham Takfir Syumuliy, mereka mengkafirkan mayoritas umat islam (Asy’ariyah dan Maturidiyyah), mengkafirkan orang yang bertawassul, beristighotsah dan bertabarruk dengan para nabi dan wali, mengkafirkan para penganut madzhab.
(lihat; Abdurrahman ibn Hasan Alu Asy Syaikh, Fath al majid Syarh Kitab at Tauhid, hal 26,191, Shalih al-Fauzan, at Tauhid, hal 66-67, Shiddiq Hasan Khan, ad Din al-Khalis, hal. 196). Wahabi adalah pengikut Muhammad bin Abdul Wahab an Nujdi at Tamimi

Tentu apa yang dilakukan LDNU Kediri ini patut dilakukan LDNU daerah lainnya, “Gerakan LDNU Kediri menjadi hal yang lumrah, pengurus NU harus begitu, ini patut ditiru, kita apresiasi cara LDNU di Kabupaten Kediri dalam membentengi akidah warganya, semoga juga bisa dilakukan diberbagai daerah lainnya,” kata Hamin Tohari mantan pejabat Pemkab Jombang yang kini aktif mengikuti kegiatan NU.
Ditambahkan, cara simple dengan mengedarkan pamflet seperti itu sederhana tapi mengena, “Dengan cara simple dan sederhana tapi mengena saya rasa, di Jombang saya belum melihat mungkin saya yang tidak tahu, kalau belum kita dorong,” tambahnya. (nia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *